News  

Dua Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Nelson Lethulur Bisa Dituntut Pidana Pasal 216 KUHP

Dua Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi, Nelson Lethulur Bisa Dituntut Pidana Pasal 216 Kuhp

Kasus Perzinahan yang diduga dilakukan oleh oknum DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar asal Partai Golkar atas nama Nelson Erwin Willem Lethulur alias (NL) dengan Nomor Laporan Polisi: LP-B/17/II/2020 Maluku/RES MTB, tanggal 07 Februari 2020 hingga kini telah sampai ke tahap pemeriksaan terlapor/teradu.

Kepada Liputan4.com,  Kamis 20 Agustus 2020, Cartes Asbit Rangotwat, SH., MH sebagai Kuasa Hukum dari Pelapor Saudara Gregori Maselkossu alias Remi/Korban Tindak Pidana Perzinahan yang dilakukan oknum DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar terhadap istrinya saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa Terlapor/teradu inisial NL yang saat ini sebagai anggota DPRD Kepulauan Tanimbar periode 2019-2024 tersebut sudah dipanggil dua kali oleh penyidik dari Polres Kepulauan Tanimbar namun mangkir dari panggilan polisi. 


"Ya benar, berdasarkan konfirmasi saya terkait perkembangan penyelidikan dan atau penyidikan perkara ini, yang bersangkutan sudah dua kali dipanggil oleh penyidik dari Unit IV Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar. " ungkap  Cartes.

Berdasarkan informasi, panggilan pertama untuk menghadap tanggal 30 Juli 2020 dan panggilan kedua untuk tanggal 18 Agustus 2020, hari Selasa kemarin dulu. Tetapi, yang bersangkutan mangkir atau tidak hadir dan tanpa keterangan/pemberitahuan alasan ketidakhadirannya. Beliau Menambahkan "Saya tidak tau alasan ketidakhadirannya apa, padahal setahu saya, dari penyidik juga selain memanggil yang bersangkutan, telah menyampaikan pemanggilan ini kepada Ketua DPRD juga karena yang bersangkutan saat ini aktif sebagai anggota DPRD."

Ketidakhadiran Oknum DPRD Kepulauan Tanimbar tersebut dalam memenuhi panggilan polisi tanpa adanya alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, padahal sudah dipanggil dua kali oleh pihak kepolisian. Maka menurut Cartes Asbit Rangotwat, SH. MH selaku kuasa hukum dan akademisi dari Kampus Lelemuku Saumlaki ini  bahwa Nelson Lethulur bisa dikenai/dituntut berdasarkan ketentuan Pasal 216 KUHP Pidana sebab dengan melawan hukum mangkir/tidak menghadap sesudah dipanggil dari polisi.

Olehnya itu, kita tunggu saja langkah selanjutnya dari kepolisian menyikapi   ketidakhadiran saudara NL yang mangkir dua kali dari panggilan polisi tersebut. Yang pasti, pihak kepolisian bekerja sangat profesional, sehingga kita tunggu saja tindakan pihak kepolisian dalam proses perkara ini, dimana mereka tentu bekerja berlandaskan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku." Tutupnya.

[zombify_post]