Jaksa Beri Pembekalan Hukum Bagi Bintara & Tamtama Di Wilayah Kodim TTS

Jaksa Beri Pembekalan Hukum Bagi Bintara &Amp; Tamtama Di Wilayah Kodim Tts

Dua Jaksa Beri Pembekalan Hukum Bagi Bintara & Tamtama Di Wilayah Kodim TTS

Liputan4.com, Soe-TTS


Bintara Muda dan Tamtama Remaja wilayah Kodim 1621/TTS mendapat pembekalan hukum oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Timor Tengah Selatan, Senin (7/9/2020).

Pihak  Kejaksaan Negeri  yang memberikan pembekalan hukum dalam kegiatan pembinaan teritorial kepada para Bintara Muda dan Tamtama Remaja antara lain Kasi Intel,Mourest A. Kolobani,SH dan Kasi Pidsus, Kusnul Fuad,SH.

Adapun materi yang disampaikan pada  kegiatan pembekalan tersebut adalah tentang  tugas kasi Intel dan tugas tindak pidana khusus dalam hal hubungan dengan TNI dalam melaksanakan tugas. 

Dikatakan dalam satu wadah NKRI tidak bisa berjalan tanpa kerja sama, karna itu harus  bersatu agar  kuat dan berjalan sesuai tugas dan tanggung jawab masing masing sesuai amanat  yang diberikan oleh negara. 

“Saya sekolah kecil di wilayah militer, sekolah saya di asrama tentara, sehingga tau jelas dedikasi, integritas dari teman sekalian, apalagi kita dibentuk untuk melayani NKRI, saya tidak perlu menggarami air laut saya tidak perlu mengajari ikan berenang”,ujar Kasi Intel  Mourits Kolobani.

Lebih lanjut menurutnya,TNI punya integritas dan dedikasi untuk menjaga keutuhan NKRI, sehingga manakala ada pelanggaran hukum oleh oknum TNI maka akan berhadapan dengan penegak hukum dan salah satunya adalah kejaksaan.

Dijelaskan para Bintara dan Tamtama harus paham bagaimana perbuatan melanggar hukum, terjadi tindak pidana militer, bagaimana berhadapan dengan hukum, sebagaimana amanat undang undang baik militer maupun sipil.

Bertolak dari hal itu, akan dibentuk jaksa Agung muda tindak pidana militer, untuk melaksanakan amanah dari UUD 1945 khususnya pasal 27 yang mana  semua sama dimata hukum dan bagaimana melaksanakan perkara koneksitas melalui satu pintu, harus ada rasa keadilan karna semua orang sama dimata hukum. Untuk itu TNI harus menjadi contoh ditengah masyarakat. 

“TNI dengan tugasnya menjaga pertahanan negara demikian juga kejaksaan melaksanakan amanat Undang Undang sebagai penegak hukum”,tegas Mourist

Sementara  itu Kasi Pidsus, Khusnul Fuad  menyampaikan bahwa sesuai informasi yang diperoleh, Kejaksaan Agung sudah membentuk Jaksa Agung muda tindak  pidana militer dan tentu sesuatu yang positif.

Menurutnya,peran Kejaksaan secara umum bisa melaksanakan kegiatan penyelidikan, penyidikan penuntutan dan pelaksanaan putusan hakim atau eksekusi. sementara untuk militer digantikan oleh oditur militer.
Tindak pidana koneksitas adalah tindak pidana yang dilakukan oleh oknum TNI dengan sipil dan sistim peradilan pasti berbeda untuk TNI pasti di Militer dan sipil ada di Kejaksaan atau peradilan umum.

Lebih lanjut,diharapkan TNI adalah garda terdepan dan mampu mencium potensi potensi yang merusak benih benih persatuan, oleh sebab itu TNI harus mampu memberikan contoh yang baik, memiliki sikap dan perbuatan yang baik dalam tatanan kehidupan ditengah masyarakat.

“Jika potensi potensi yang merusak kesatuan Bangsa, TNI harus menyampaikan kepada pimpinan untuk bisa berikan solusi terbaik atau antisipasi”,ujar  Khusnul Fuad. 

Selama ini TNI dilibatkan  dalam sektor pembangunan, termasuk penanganan covid 19 dalam fungsi pengawasan, itulah wujut nyata TNI dibidang pembangunan.

Ia mengatakan Jiwa korsa bukan hanya untuk membela sesama teman atau leting  tetapi jiwa korsa dipakai untuk saling mengingatkan teman yang lain agar tidak melanggar hukum.

“Kita butuh kordinasi intelijen dalam penanganan setiap tindak pidana yang terjadi di wilayah, baik tindak pidana yang dilakukan oleh masyarakat sipil atau tindak pidana yang dilakukan bersama sama yaitu sipil dan militer, tutupnya.(***)

[zombify_post]