PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

DPW Badak Banten Minta Satpol-PP Provinsi Tindak Tegas Tambang Ilegal di Lebak Selatan

Pewarta: L4Banten Topik: Banten, Serba-Serbi
  • Bagikan
DPW Badak Banten Minta Satpol-PP Provinsi Tindak Tegas Tambang Ilegal di Lebak Selatan

Liputan 4.com Lebak- Menangggapi marak nya pertambangan ilegal batu bara di wilayah lebak selatan dengan lokasi pertambangan di perum perhutani atau tanah milik masyarakat, Heri Mufti wakil ketua DPW Badak Baten Provinsi Banten angkat bicara. Minggu 25 Juli 2021

Heri mengatakan pertambangan batu bara ilegal di baksel itu sudah cukup lama, banyak pengusaha pengusaha besar dari luar banten berdatangan untuk hanya sekedar mengambil keutungan semata, dengan metode yang sama seperti penambang takyat sekita, yaitu tanpa izin.dikala ada pertambangan yang membabi buta di sini jelas akan ada kerusakan hutan yang begitu signifikan. Ucapnya

Lanjut Heri Ketegasan perhutani di sini juga sangat patut untuk di efaluasi,karna terkesan perhutani ini membiarkan hutan yang seharusnya di lindungi malah di biarkan mejadi rusak, sekarang sudah mulai terasa dampak itu, wilayah cihara hari ini sudah mulai kekeringan susah air bersih klo musim kemarau tiba begitu pun dengan wilayah wilayah yg lain nya.

“Saya meliahat ada perusahaan yang sudah lama berdiri di wilayah cihara,perusahaan itu fokus kepada pertambangan ilegal batu bara di wilayah baksel,perusahaan itu berdiri tanpa izin dan sampai hari ini masih melenggang mengeruk perut bumi di wilayah baksel tanpa ada izin,ini ada apa?di mana fungsi penegakan perda,di mana ini aparat penegak hukum,mana kontrol pemerintah,perusahaan tanpa izin berdiri cukup lama ko di biarkan saja,perusahaan ini sudah melanggar hukum wajib ada tindakan tegas.

“Maka dari itu DPW Badak Banten meminta kepada Satpol PP Provinsi Banten untuk menindak tegas PT.Muara sari di wilayah cihara untuk untuk di tutup.segera perhutani lakukan efaluasi kinerja personil nya yang di tugaskan di wilayah cihara,panggarang dan bayah.karna terkesan samapai saat ini masih ada pembiaran kerusakan hutan.ungkap Heri (Hs)

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan