Liputan 4.com – Amuntai.
DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel) ingin mengembalikan marwah Itik Alabio yang kini sudah menusantara, dan bahkan mancanegara.

Wakil rakyat dari “Bumi Agung” HSU tersebut, Junaidi mengemukakan harapan itu saat pertemuan dengan Ketua DPRD Kalsel Dr (HC) H Supian HK SH MH di Banjarmasin, Kamis (15/4) siang.


Pasalnya, ungkap wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, Itik Alabio kini sudah langka atau hampir punah di tempat asalnya yaitu Alabio HSU (sekitar 185 kilometer utara Banjarmasin).

“Itik-itik yang ada atau banyak di HSU sekarang merupakan hasil persilangan seperti Itik Peking,” lanjut Ketua Fraksi PKB DPRD kabupaten yang juga terkenal dengan rawa monotonnya di Kalsel.

Oleh sebab itu, dia meminta Ketua DPRD Kalsel yang juga asal HSU untuk memfasilitasi perjuangan mengembalikan marwah Itik Alabio di kabupatennya.

“Karena saya dengar, rencana ada proyek pemerintah/nasional untuk mengembangkan Itik Alabio,” ujarnya.

Dalam kaitan program nasional untuk mengembangkan itik Alabio tersebut, dia meminta, bagaimanapun cara agar Bumi Agung HSU yang terbanyak.

“Jangan sampai di Amuntai (185 kilometer utara Banjarmasin), ibukota HSU cum ada monomen Itik Alabio. Tetapi ternyata Itik Alabio sudah tidak ada lagi,” demikian Junaidi.

Dprd Hsu Kalsel Ingin Kembalikan Marwah Itik Alabio

Menanggapi keinginan wakil rakyat Bumi Agung HSU tersebut, Ketua DPRD Kalsel menyambut positif agar jangan sampai Itik Alabio itu hanya tinggal ceritera dan “patung” (monomen) Itik Alabio tersebut.

Oleh karenanya, anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Golkar itu berjanji akan memperjuangka/mengimunisasikan dengan instansi terkait agar Itik Alabio – salah satu unggulan HSU tersebut tetap ada dan terjaga.

“Sebab saya kira kalau terkait dengan pemeliharaan, masyarakat HSU mungkin sudah cukup berpengalaman dan boleh dikatakan profesional,” demikian Supian HK.

Sementara dari pengalaman masa lalu, keunggulan Itik Alabio itu antara lain dalam hal bertelur bisa lebih banyak dan masa cukup lama bila dibandingkan dengan itik- itik biasa pada umumnya.

Kata Agung itu merupakan motto daerah HSU yang pengertiannya bisa keagungan/kebesaran dan atau berasal dari naman sebuah candi yaitu Candi Agung yang tinggal situs di kota Amuntai.(Liputan 4.com).