DPP Pemuda Tani HKTI NTB di Latik. Inovasi Klinik Tani HKTI NTB Pertama di Indonesia.

  • Bagikan
DPP Pemuda Tani HKTI NTB di Latik. Inovasi Klinik Tani HKTI NTB Pertama di Indonesia.

DPP Pemuda Tani HKTI NTB di Latik. Inovasi Klinik Tani HKTI NTB Pertama di Indonesia.

Liputan4.Com – Lombok Timur – Dewan Pimpinan Nasional, Pemuda Tani, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) Rina Sa’adah,Lc,M.Si Melatik Dewan Pimpinan Provinsi Pemuda Tani HKTI Nusa Tenggara Barat(DPP Pemuda Tani HKTI NTB), dengan mengambil Tema “Pemuda Tani HKTI Bangkit Menuju Petani NTB Sejahtera”. Acara tersebut dihadiri Ketua DPP HKTI NTB H.Rumaksi,SJ,SH, Kepala Dinas Pertanian NTB,Dandim 1615/Lotim, dan beberapa orang pimpinan OPD Lotim. Bertempat di Desa Pringgasela. Rabu (28/10/2020).

DPP Pemuda Tani HKTI NTB di Latik. Inovasi Klinik Tani HKTI NTB Pertama di Indonesia.

DPN HKTI Rahma Sa’adah dalam kata sambutannya mengapresiasi Ketua Umum HKTI NTB yang dengan cepat membentuk DPP Pemuda Tani HKTI NTB, bahkan yang cukup menggembirakan bagi DPN HKTI, Pemuda Tani HKTI NTB belum dilantik sudah melakukan kegiatan,membuat pupuk organic, permentasi pakan ternak sapi dan juga membentuk Klinik Pertanian.

“Klinik Pertanian ini adalah yang pertama di Indonesia, dan Klinik yang digagas HKTI NTB dan Pemuda Tani ini akan menjadi percontohan bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia. Kami bawa bentuk kegiatan di Klinik Tani di HKTI NTB ini ke daerah lain di Indonesia,” Ungkap Rahma Kepada Wartawan seusai acara Pelantikan.

Ia juga menyambut baik semangat para Pemuda Tani NTB terutama bagi mereka yang masuk dalam Pemuda Tani HKTI NTB, karena Rahma melihat dunia pertanian saat ini digeluti oleh pemduduk yang berusia 40 tahun keatas,sehingga dihawatirkan 20 tahun kedepan Indonesia akan mengalami krisis petani.    .  

“Pemuda kita saat ini jarang yang mau menggeluti dunia pertanian, pertanian kita saat ini dilakukan oleh masyarakat yang usianya 40 tahun keatas. Kita khawatir 20 tahun kedepan kita krisis petani. Bahkan mahasiswa kita yang memperdalam ilmu pertanian lebih memilih bekerja dikantor atau di perindustrian,” Kata Rahma Sa’adah.

DPP Pemuda Tani HKTI NTB di Latik. Inovasi Klinik Tani HKTI NTB Pertama di Indonesia.

Rahma Sa’adah mengaku sangat optimis Pemuda Tani HKTI NTB akan sukses dalam mengusung misinya sebagai Pemuda Tani karena dirinya melihat secara langsung hasil kerja dari Pemuda Tani HKTI NTB seperti Uji Kelayakan PH, Klinik Tani yang sudah tersebar didesa-desa dan yang lainnya.

Sementara itu Ketua DPP HKTI NTB H.Rumaksi,SJ,SH dalam kata sambutannya menyampaikan, HKTI NTB melakukan program nyata yang langsung menyentuh kepada petani diantaranya membantu petani Bawang Putih di Sembalun.

Menurut Rumaksi yang juga Wakil Bupati Lombok Timur membantah kalau dikatakan pihaknya tidak mau membeli hasil petani Bawang Putih Sembalun, karena pada dasarnya Pemerintah atau HKTI sudah membeli Bawang putih petani dari sebelum ditanam.

“Jadi kalau ada yang mengatakan HKTI tidak membeli bawang putih petani itu Keliru, karena sebelum ditanam kita sudah bayar, sekarang kewajiban petani untuk menyerahkan hasil pertanian bawang putihnya kepada HKTI. Karena HKTI jauh sebelumnya sudah menggulirkan  Rp.8 milyar kepada petani,dan saat ini nilai panen bawang putih petani kita setelah dijadikan bibit menjadi Rp.11 milyar,” Ungkap H.Rumaksi.

Ia juga memaparkan HKTI juga bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Lombok Timur, untuk memberikan Program KUR (Kridit Usaha Rakyat) kepada Peternak sapi. Dalam program tersebut Pemda menganggarkan Rp.5 milyar untuk subsidi bunga bank dan premi asuransi ternak sapi tersebut.

“Kalau dana 5 milyar ini kita gunakan membeli sapi yang harganya Rp.15 juta maka kita akan dapat sapi 338 ekor sapi. Itulah sebabnya kami berinovasi dengan 5 milyar untuk bunga bank dan premi asuransi, lalu bekerjasama dengan pihak perbankan yakni Bank BRI dan BNI. Maka melalui Program KUR ini masyarakat akan mendapat 5.500 ekor sapi,” katanya.  

Misi pinjaman KUR untuk ternak sapi ini adalah untuk merubah perilaku masyarakat kita, kalau diberikan dalam bentuk hibah sapi kepada masyarakat peternak, maka biasanya sekitar tiga bulan dipelihara langsung dijual.

“Lewat Pogram KUR ini peternak akan diberikan uang Rp.15 juta untuk membeli sapi dan uang modal pembelian sapi itu akan dikembalikan setelah satu tahun. Jadi peternak bisa menjual sapi peliharaannya tiga sampai empat kali dalam setahun,karena ini sapi penggemukan,” pungkasnya.(Bul)

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

32
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

16
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

60
0
0

Kegiatan Soft Opening Wisata Pantai Muara Indah Suak

33
1
0