DPD IMM SUMUT GELAR DISKUSI PUBLIK MENYOAL PT.SMGP

Dpd Imm Sumut Gelar Diskusi Publik Menyoal Pt.smgp

Liputan4.Com MEDAN-DPD IMM Sumatera Utara menggelar diskusi publik dengan tema”Masih Pantaskah PT.SMGP Beroperasi di Madina,Sumatera Utara”diskusi publik ini dilakukan di BERSAMA KAWAN COFFEE yang terletak di Jalan Pelita I,Kota Medan,Selasa 29 Maret 2022.

PT.Sorik Marapi Geothermal Power ( SMGP) merupakan sebuah perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang berada di Mandailing Natal,Sumatera Utara.


Beberapa kejadian yang merugikan masyarakat sekitar serta banyaknya keluhan keluhan akibat beroperasinya perusahaan ini menarik perhatian DPD IMM Sumatera Utara untuk mempelajari kejadian yang terjadi.

Diskusi publik ini dilakukan sebagai langkah awal dalam proses pengumpulan informasi dan data dalam pengambilan tindakan selanjutnya oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sejatinya merupakan organisasi yang mempunyai trilogi pergerakan dibidang keagamaan,kemahasiswaan dan kemasyarakatan,diskusi yang diikuti oleh puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ) serta para aktivis dari kalangan mahasiswa menghadirkan beberapa narasumber dengan fokus pembahasan terkait.

Putra Septian ( WALHI SUMUT ) mencatat beberapa hal yang telah terjadi di tahun 2018,dua orang anak pernah meninggal dunia tenggelam di tempat penampungan air milik PT.SMGP yang berkedalaman sekitar lebih kurang 8 Meter yang tidak ditutup oleh pihak perusahaan tersebut,kemudian 25 Januari 2021 kesalahan operasional menyebabkan kebocoran gas beracun H2S yang terjadi di sumur pengeboran di Welipad-T pada perusahaan PT.SMGP yang berada di Desa Sibanggor Julu Kabupaten Mandailing Natal menyebabkan 44 orang korban harus dirawat di rumah sakit Penyabungan menyebabkan 5 orang meninggal dunia akibat dari bocornya gas beracun tersebut.

Di tahun 2022 ini tepatnya hari Minggu 06 Maret 2022 kejadian serupa terjadi kembali kali ini memakan korban 58 orang  dilarikan kerumah sakit Umum Daerah Penyabungan 22 orang dilarikan ke rumah sakit Permata Madina.

Selanjutnya dr.Ashary Ramdhana selaku pengurus DPD IMM Sumut bidang kesehatan turut memberikan pandangan terkait dampak polusi yang diakibatkan aktivitas perusahaan dapat mengganggu kesehatan,beliau mengatakan Hidrogen Sulfida ( H2S) yang mencemari lingkungan sangat berbahaya.

Gas ini tergolong dalam asphyxiant karena efek utamanya adalah melumpuhkan pusat pernafasan sehingga kematian disebabkan oleh terhentinya pernafasan.

Dr.Shohibul Anshor.M.Si ( Akademisi UMSU ) menyoroti perhatian Pemerintah dalam hal penanganan dan pengawasan Proyek-Proyek Sumber Daya Alam harus extra,masalah masalah yang timbul akibat kita dijajah terlalu lama oleh bangsa asing sehingga kita tidak bisa melepaskan diri dari dikte asing ( negara ataupun korporasi ) teragedi penjajahan oleh bangsa sendiri dan keniscayaan kelompok amat istimewa mengendalikan ekonomi dan perpolitikan sehingga harus diselesaikan pemerintah termasuk beroperasinya PT.SMGP di Mandailing Natal.

Narasumber selanjutnya Ismail Lubis SH.MH ( Praktisi Hukum ) lebih menekankan kepada perizinan yang sudah ditentukan dalam UU No 21 Tahun 2014 bahwa pengolahan PT.SMGP berada pada pihak Kementerian ESDM,Tapi sangat disayangkan terhadap pemberian izin tanpa melakukan peninjauan AMDAL dan tidak terjun langsung kedaerah Kabupaten Mandailing Natal.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPD IMM Sumatera Utara menegaskan bahwa merujuk kepada hasil dialoge publik yaitu dari rentetetan tragedi yang terjadi pada perusahaan PT.SMGP yang menimpa masyarakat setempat diduga bahwa AMDAL yang dimiliki oleh perusahan dilakukan manipulasi AMDAL dengan bertujuan agar mendapat izin dari kementerian terkait.

Dalam diskusi publik yang juga dihadiri oleh Rahmad Dermawan Daulay ( Sekretaris Umum ) IMM Sumatera Utara juga menegaskan bahwa hasil diskusi ini akan dibawa kedalam pembahasan selanjutnya sebagai bentuk pengawasan untuk menciptakan ketenangan warga sekitar dan tidak menimbulkan maslah serius yang berlarut larut.