"MARI SIAPKAN JIWA RAGA UNTUK MENJEMPUT KEAGUNGAN LAILATUL QADAR DAN KITA SEMUA MENJADI PILIHANNYA UNTUK MENDAPATI RAHMAT DAN MAGFIRAH-NYA DAN KEMBALI MENJADI HAMBA YANG DIKASIHI. MARHABAN YA RAMADHAN.""JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG. JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI DENGAN SENYUMAN. MARHABAN YA RAMADHAN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA."

Ditreskrimum Polda Kalteng, Gelar Konferensi Pers Ungkap 2 Kasus Amankan 4 Pelaku

  • Bagikan
Ditreskrimum Polda Kalteng, Gelar Konferensi Pers Ungkap 2 Kasus Amankan 4 Pelaku

Lipuyan4.com,Kalteng- Pada beberapa waktu yang lalu, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng telah berhasil mengungkap 2 (dua) kasus yaitu tindak pidana penipuan dan perdagangan orang.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., melalui Kabidhumas Kombes Pol. K. Eko Saputro, S.H., M.H., saat konferensi pers di Balai Wartawan Mapolda Jalan Tjilik Riwut Km 1 Kota Palangka Raya, Kamis (08/04/2021) pagi.

Perihal senada pun diutarakan Dirreskrimum Kombes Pol Budi Hariyanto, S.I.K., M.Si., melalui Wadirreskrimum AKBP Arie S.Z. Sirait, S.I.K., M.Si. Menurutnya, pada release kali ini pihaknya telah berhasil menangkap 4 (empat) pelaku dalam kasus penipuan dan perdagangan orang.

“Pada kasus penggelapan sendiri bermula dari laporan Made Megawati dalam hal ini pihak PT. Lestari Sukses Mandiri (LSM) terkait adanya menerima orderan barang dari terlapor berinisial RH (49) dan NW (45),” ungkapnya.

Diterangkannya, jika kedua belah pihak ini telah melakukan beberapa kali transaksi, tetapi pada orderan terakhir di tanggal 10 Oktober 2020, terlapor tidak lagi membayar barang yang telah diorder tersebut.

“Kemudian, setelah dicek biliyet giro (bg) atas nama Wiji Asih yang diberikan terlapor ternyata kosong dan tentu saja tidak dapat dicairkan sama sekali. Pada kasus ini, korban mengalami kerugian berjumlah Rp. 837.425.000,- dan kedua pelaku kami tangkap di wilayah Manado Polda Sulawesi Utara,” urainya.

Selanjutnya, terang Arie, pihaknya telah berhasil mengungkap kasus perdagangan orang dengan korban dibawah umur di seputaran Kota Cantik Palangka Raya.

“Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kali ini kami ungkap berdasarkan adanya laporan masyarakat. Setelah menerima laporan, kami pun segera melakukan penyelidikan guna memberantas kasus kriminal yang melibatkan anak dibawah umur tersebut,” paparnya.

Tidak ingin perburuan hilang begitu saja, jelas Arie, pihaknya mencoba memesan lewat aplikasi Michat melalui mucikari FA (26) dan disepakati harga Rp. 250.000,-.

“Benar saja, setelah terjadinya kesepakatan, kami berhasil menemukan seorang perempuan dibawah umur berinisial WN (16) disebuah wisma. Dimana pada penggerebekaan yang digelar, kami juga menangkap dua mucikari FA tadi dan RH (18),” tandasnya.

Lebih lanjut, Arie menyampaikan, jika TPPO tersebut telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. “Bahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, para korban bisa melayani pasien sebanyak lima orang dalam satu malam setelah mengkonsumsi sabu. Untuk kasus sabu sudah kami koordinasikan ke Ditresnarkoba guna pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.
(7on)

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Kel. Hj.Rampeani Rachman Gelar Bukber Dan Malam Pisah Bersama Kepala UPBU Timika Syamsuddin Soleman

27
0
0

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

45
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

22
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

71
0
0