Ditengah Pandemi, Giorgie Gabriella Lakukan Terobosan dengan Buka Gerai Baru Rice Box Manadong di Pasar Slipi

Ditengah Pandemi, Giorgie Gabriella Lakukan Terobosan Dengan Buka Gerai Baru Rice Box Manadong Di Pasar Slipi

LIPUTAN4.COM,JAKARTA–Ketika para pelaku usaha banyak terpukul akibat dampak pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 1,5 tahun ini, hal berbeda justru dirasakan oleh sosok pengusaha muda yang satu ini.

Giorgio Gabriella sosok pengusaha muda lulusan University of Technology Sydney Australia ini justru melihat situasi pandemi sebagai sebuah peluang usaha, khususnya dalam bisnis kuliner yang selama ini telah digelutinya.


Salah satunya dengan membuka gerai baru makanan cepat saji, rice box Manadong di Pasar Slipi, Jakarta Barat. Ia melihat prospek bisnis bidang kuliner masih cukup menjanjikan.

Ia beralasan di masa pandemi ini, data menunjukkan jumlah pemesanan kuliner melalui aplikasi meningkat secara drastis.
Apalagi, jika bisnis ini dikemas secara inovatif dan disesuaikan perkembangan zaman.

“Aku pecinta masakan Manado dan kan trendnya online. Orang kerja, santai bisa pesan makan melalui ojek online. Tapi saat itu, aku melihat peluang belum banyak konsep rice box jadi buat resep sendiri. Maka jadilah konsepnya rice box Manadong ini. Targetnya karyawan kantoran,” jelasGiorgie Gabriella di Pasar Slipi, Jakarta Barat.

Giorgie Gabriella sendiri telah memulai bisnis ini sejak 2019 bersama beberapa rekannya dan usaha tersebut terus berkembang hingga saat ini.

Sebelumnya ia telah memiliki lima gerai. Dan saat ini ketika usaha lain tengah terpuruk, ia justru membuka gerai baru di Pasar Slipi sehingga jumlah gerai yang ada menjadi enam.

Rice Box Manadong sendiri menghadirkan sejumlah menu andalan yang sudah dikenal luas publik. Adapun, beberapa menu favoritnya yakni Cakalang Rabe dan Ayam Woku.

Dua menu tersebut diracik menggunakan bumbu yang sedikit berbeda dengan bumbu aslinya di Manado.

“Dua menu tersebut sejauh ini menjadi best seller karena kami menggunakan racikan bumbu yang berbeda. Jadi bumbunya disesuaikan dengan lidah orang Jakarta, agar tidak terlalu pedas. Pedasnya kita sesuaikan, karena awalnya dibuat pedasnya sangat terasa sampai orang berkeringat, sehingga pedasnya disesuaikan,” terangnya.

Namun begitu ia memastikan, penyesuaian rasa tidak menghilangkan ciri khas asli dari kedua masakan khas Manado tersebut.

Bahkan, Giorgie Gabriella mendatangkan langsung cheff asal Manado agar citarasa masakan tetap terjaga.

Hal lain yang membuat Rice Box Manadong lekas dikenal dan laris manis, adalah harganya yang cukup terjangkau “Harganya perbox hanya Rp35 ribu-48 ribu, sangat terjangkau,”tandasnya.

Ditanya alasannya membuka usahanya di pasar tradisional, Giorgie beralasan justru membuka gerai baru di pasar tradisional menjadi peluang baru lantaran tidak banyak kompetitor yang melakukannya.

Adapun untuk prospek bisnis, Giorgie optimistis gerai barunya di Pasar Slipi itu bisa cerah ke depanya. Apalagi, dari sisi lokasi, Pasar Slipi terletak di area strategis dan dikepung perkantoran.

“Di sini lokasinya strategis, dekat perkantoran, mudah dijangkau orang banyak dan parkirannya juga tidak terlalu sulit,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Slipi M Subhan mengapresiasi langkah pengusaha muda ini untuk membuka gerai baru di pasar yang dikelolanya, dan searah dengan.

“Sejak beberapa tahun lalu kami memang sudah mencoba merubah stigma bahwa pasar tradisional tidak hanya identik dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari saja,” ungkapnya.

Subhan menyebut, saat ini sudah ada sejumlah gerai modern yang beroperasi di Pasar Slipi. “Untuk omsetnya juga cukup bagus. Intinya bagaimana kami selaku pengelola pasar bersama para pelaku usaha melakukan kolaborasi dalam hal promosi, termasuk bagaimana membuat konsep agar gerai-gerai modern di pasar ini bisa dikenal luas masyarakat,” ungkapnya.

Subhan berkaca pada terobosan yang pernah dia lakukan ketika menjabat sebagai Kepala Pasar Santa, Jakarta Selatan, dimana dengan inovasi, kolaborasi dan promosi yang baik, bisa menjadikan Pasar Santa saat itu menjadi salah satu destinasi favorit.

“Benang merahnya adalah kolaborasi yang baik antara pengelola dengan pelaku usaha untuk bisa menjangkau pangsa yang luas sehingga berbagai usaha yang ada di pasar bisa berjalan sesuai skema bisnis yang direncanakan demi mencapai hasil yang diinginkan,” tandasnya.

Print Friendly, Pdf & Email