Diskominfo Lutra Gelar Rakor Sharing Knowledge Akselerasi Dokumentasi Kehumasan

Diskominfo Lutra Gelar Rakor Sharing Knowledge Akselerasi Dokumentasi Kehumasan
Liputan4.c,Luwu Utara — Dalam rangka percepatan penyebarluasan informasi pembangunan daerah, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP), melalui Bidang Humas dan IKP, menggelar Rapat Koordinasi “Sharing Knowledge” Akselerasi Dokumentasi Kehumasan, Rabu (23/11/2022), di Ruang Command Center dengan mengundang seluruh Perangkat Daerah (PD) Lingkup Pemda Luwu Utara.

Rakor dibuka Kepala Dinas Kominfo-SP, Arief R. Palallo. Turut hadir Kepala Bidang Humas dan IKP, Abdul Hamid, serta Pranata Humas Diskominfo-SP, Lukman, sekaligus sebagai Narasumber. Peserta Rakor adalah perwakilan dari masing-masing Perangkat Daerah.

Arief menyampaikan, setiap agenda di perangkat daerah harus terpublish dengan baik. “Setiap perangkat daerah harus bisa menyampaikan aktivitas di kantornya masing-masing agar bisa dipahami lebih lanjut oleh masyarakat,” kata Arief.


Sementara itu, Kabid Humas dan IKP, Abdul Hamid, menjelaskan bahwa rakor ini dilaksanakan atas dasar keresahan-keresahan, yaitu bagaimana meningkatkan peran kehumasan, baik di Bidang Humas dan IKP, maupun di setiap perangkat daerah.

“Humas itu menjadi mata, mulut, dan telinga pemerintah, sehingga apapun yang keluar dari Humas merupakan kesimpulan dari kinerja organisasi perangkat daerah,” jelas Hamid.

Harapannya, kata dia, agar setiap perangkat daerah dapat mengoordinasikan agendanya dengan bidang Humas dan IKP.

“Secara teknis kita akan bentuk petugas humas di setiap perangkat daerah guna membantu kinerja kehumasan pemerintah agar semua agenda dan kebijakan perangkat daerah bisa terpublish dengan baik,” terangnya.

Sementara itu, Narasumber kegiatan, Lukman, mengatakan bahwa tidak ada satu pun kegiatan perangkat daerah (PD) yang luput dari pemberitaan. Untuk itu, ia berharap, semua PD wajib mempublikasikan kegiatannya melalui sebuah peberitaan

“Intinya adalah, sehebat apapun kegiatan kita di perangkat daerah, tetapi kalau tidak terpublish dengan benar, yakin dan percaya tidak akan ada artinya. Itu sama halnya kita tidak melakukan apa-apa,” tandas Lukman. (LH)