Direktur Bisnis Perum Bulog Pusat Sambangi Perum Bulog Cabang Lombok Timur.

  • Bagikan
Direktur Bisnis Perum Bulog Pusat Sambangi Perum Bulog Cabang Lombok Timur.

Liputan4.Com – Lombok Timur – Direktur Bisnis Perum Bulog Pusat Febby Novita bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Perum Bulog Cabang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Rombonan disambut Pimpinan Bulog Cabang Lombok Timur, Hanafi. Kunjungan itu  dalam rangka memastikan ketersedian stok beras dan gabah serta melihat dari dekat bangunan Rice To Rice yang ada di Gudang Dolog Sikur, Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Sabtu (13/03/2021).

Direktur Bisnis Perum Bulog Pusat Sambangi Perum Bulog Cabang Lombok Timur.
Foto : Mesin Rice To Rice di Gudang Bulog Sikur Lotim-NTB.

Menurut Febby Novita tujuan dari kunjungan kerjanya itu untuk memastikan penyerapan Gabah petani yang dilakukan oleh Bulog karena saat ini sudah mulai musim panen padi yang dilakukan oleh petani di daerah NTB.

“Karena saat ini sudah musim panen, maka kita memastikan teman-teman dilapangan itu benar-benar menyerap gabah dan beras sesuai dengan Permendag  No. 24 tahun 2020. Karena barang ini kan kita mau simpan, jadi kami proaktif turun kelapangan meskipun kita mengambil dari mitra penggilingan dan juga ke petani secara langsung,”ungkap Febby Novita.

Direktur Bisnis Perum Bulog Pusat Sambangi Perum Bulog Cabang Lombok Timur.
Foto : Febby Novita (Direktur Bisnis Bulog Pusat) dan Hanafi (Pinca Perum Bulog Cabang lombok Timur-NTB)

Terkait dengan adanya wacana pemerintah akan mengimpor beras 1,5 juta ton di tahun 2021 ini, menurut Novita, kunjungannya itu tidak ada kaitannya dengan wacana  impor beras, yang jelas pemerintah berusaha maksimal untuk menyerap gabah petani selama musim panen ini.

“Kalau masalah impor itu kita tidak ikut campur, kitakan sebenarnya operator saja, tapi kita memastikan kalau bulan-bulan panen kita nyerap kok,untuk memenuhi stok CWP nya sendiri. Dan kasihan petani kan sudah nanam kalau tidak diserap. Cuman petani itu perlu diedukasi kalau mau masukkan barangnya ke Bulog contoh gabah ada yang saya temukan masih hijau-hijau sudah dipanen, nah tunggu dulu sampai masanya untuk dipanen, karena kita tidak bisa menerima barang seperti itu,”harapnya.

Novita menyarankan kepada petani kalau ada informasi harga jatuh dan tidak diserap oleh Bulog, tinggal datang ke gudang-gudang kita. Kalau barangnya sesuai dengan Permendag No.24 Tahun 2020 dimana kadar airnya masuk dan sarat lainnya terpenuhi maka pasti akan diterima.

Feby juga menambahkan kunjungannya ke NTB disamping melihat serapan gabah petani oleh Bulog, dirinya juga melihat dari dekat pembangunan Modern Rice Milling Plant (MRMP) atau mesin penggilingan padi Modern di Kabupaten Sumbawa dan Mesin Rice To Rice di Gudang Bulog Sikur, Kabupaten Lombok Timur.serta mesin jagung di Kabupaten Dompu.

“Kita minta kepada pengusaha penggilingan padi setempat di Sumbawa dengan kehadiran MRMP itu, jangan dibuat sebagai ancaman, tetapi  semestinya kita bersinergi dan berkolaborasi karena Bulog dan Pengusaha Penggilingan padi adalah Mitra,”katanya.

Sedangkan terkait dengan Mesin Rice To Rice yang ditempatkan di Gudang Bulog Sikur, akan dimanfaatkan untuk memproses beras menjadi lebih baik, dan siapapun boleh memamfaatkan mesin Rice To Rice ini termasuk masyarakat pengusaha beras Mitra Bulog.

“Rice To Rice ini, dari beras asalan apapun dia kan nanti diproses di Kabut, disosoh dan dikalsortor sehingga nanti keluarnya jadi bagus. Ini sebenarnya bukan untuk Bulog aja, tetapi untuk kedepannya dari mitra manapun kalau pakai mesin ini kan bisa,”ujar Febby Novita.

Sementara itu Pimpinan cabang Perum Bulog Cabang Lombok Timur, NTB, Hanafi dalam keterangannya kepada Wartawan, Mesin Rice To Rice yang ada di Gudang Bulog Sikur memiliki kapasitas 6 ton perjam dalam memproses beras menjadi lebih baik, serta dilengkapi dengan jembatan timbang berkekuatan 60 ton.

“Mesin Rice To Rice ini memiliki kapasitas 6 ton per jam, dan dilengkapi dengan jembatan timbangnya berkekuatan 60 ton, mekanismenya begitu truk datang dengan isi berasnya langsung ditimbang, setelah beras diturunkan digudang, begitu keluar truknya kembali ditimbang, sehingga akan ketemu berat beras yang bersih setelah berat truk masuk dikurangi dengan timbangan berat truk kosong saat keluar, ini bertujuan untuk mempercepat proses penimbangan karena target  pengadaan beras tahun 2021 ini 32.000 ton,” pungkasnya. (Bul)

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Subang Macet 9km

7
1
0

Isi BBM Modus Pakai Tengki Mobil Ternyata Di Dalamnya Jerigen di SPBU Pangkalan Kerinci

4
0
0

Isi BBM Modus Pakai Tengki Mobil Ternyata Di Dalamnya Jerigen

14
0
0

Pekerja Bangunan Di PT IIS Sempat Berkata Di Warung ,Katanya Ini Makan Terakhir Ku.

20
0
0
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur