Dipolisikan,Kades Noemuke Siap Bawa Ratusan Masyarakat Jadi Saksi

Dipolisikan,Kades Noemuke Siap Bawa Ratusan Masyarakat Jadi Saksi

Ket Foto. Laporan Polisi

Liputan4.com, Soe-TTS


Semrys Oryanty Lette, Kepala Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS, kembali diadukan ke Polres TTS terkait dugaan pencemaran nama baik oleh Romo Yeremias Yohanes Watimena, Sabtu 5 Februari 2022.

Laporan polisi ini merupakan kasus hukum kedua yang dihadapi oleh sang Kades yang merupakan istri dari anggota DPRD Kabupaten TTS, Hendrikus Babys. Kasus pertama, sang Kades diadukan atas dugaan penganiayaan dengan korban Apders Seo.
Kasus tersebut masih ditangani Reskrim Polres TTS.

Romo Watimena mengisahkan, kasus dugaan pencemaran nama baik ini bermula pada 18 February 2022 ketika dirinya menegur sejumlah warga Noemuke yang melakukan pembersihan di wilayah batas antara Desa Naip dan Desa Noemuke.

Romo Watimena sengaja melakukan hal tersebut untuk mencegah konflik antara warga dua desa bertetangga tersebut. Pasalnya, masalah batas wilayah antara Desa Naip dan Desa Noemuke hingga saat ini belum tuntas.

Sesuai kesepakatan bersama pada 30 Desember 2021, warga dua desa tersebut tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di wilayah batas sampai masalah batas selesai.

Kekhawatiran Romo Watimena terbukti, karena tak lama setelah diingatkan, sejumlah warga Naip mendatangi wilayah batas yang bermasalah tersebut. Beruntung saat itu, warga Noemuke sudah berpindah ke bagian bawah.
Teguran Romo Watimena ini diduga sampai ke telinga Sang Kades Noemuke.

Pada Jumat 4 Maret 2022 saat pembagian BST di kantor desa, sang kades mengeluarkan pernyataan di hadapan ratusan penerima BST, ” orang pendatang angkat dia punya ekor panjang kayak dia punya pantat lubang, dia punya muka kayak tempurung kelapa picah. Mama-mama kalau kita bersihkan jalan dimana kalau orang pendatang larang lagi, mama-mama langsung kasih picah dia punya kepala, bisa mati memang. Mama-mama duluan ke polisi nanti baru mama desa ikut ke pos polisi”.
Romo Watimena menyebut ungkapan tersebut diutarakan Kades Noemuke untuk dirinya. Pasalnya yang menegur masyarakat saat melakukan aksi pembersihan itu adalah dirinya. Selain itu, Romo Watimena merupakan pendatang di Desa tersebut.
” Kalau kita kaitkan peristiwa sebelumnya dengan pernyataan mama desa maka orang yang dia (mama desa) maksudnya itu pasti saya. Saya punya saksi,” ungkap Romo Watimena.

Usai melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, Romo Watimena berharap pihak kepolisian bisa segera memproses laporannya.
” Saya berharap laporan saya bisa secepatnya diproses,” pinta Romo Watimena.

Kepala Desa Noemuke, Semrys O. Lette saat dikonfirmasi Sabtu,5 Maret 2022 membantah mengeluarkan kata kata senonoh apalagi makian.

Ia menjelaskan, pembagian BST pada hari Jumat 4 Maret 2022 di Kantor desa Noemuke dihadiri oleh kurang lebih 300 masyarakat penerima bantuan.

Dalam arahannya pada kesempatan tersebut,ia minta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan hasutan orang dari luar desa Noemuke.
Hal ini berkaitan dengan pembersihan jalan raya beberapa waktu lalu karna itu dirinya hanya mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh.
“Saya bicara pakai pengeras suara dan masyarakat tau,tidak ada kata makian kepada siapapun.
Saya ini pemimpin dan tidak mungkin keluarkan kata kata tidak pantas di depan umum”, ujar Kades Semrys.

Soal laporan terhadap dirinya oleh Romo Watimena, Semrys mengatakan seluruh masyarakat yang hadir di kantor desa siap menjadi saksi.
“Saya siap jika dipanggil polisi.semua masyarakat yang hadir saat pembagian BST siap jadi saksi termasuk ketua BPD”, ujarnya.

Sementara itu ketua BPD, Yupiter Isu kepada media ini membantah jika ada kata kata makian atau tidak senonoh dilontarkan oleh kepala desa terhadap Romo.

“Tidak ada caci maki dalam sambutan karna saya duduk berdampingan dengan kepala desa,semua masyarakat siap jadi saksi. Kalau kita bicara dua tiga orang ya kita bisa mengarang, ini banyak orang,tidak ada itu”, ujarnya.

Print Friendly, Pdf & Email