Dinilai Gagal Pimpin RSUD Waru Pamekasan, dr Hendarto Diminta Mundur Sebagai Direktur

Qomaruddin - Jawa Timur, Opini
  • Bagikan
Dinilai Gagal Pimpin RSUD Waru Pamekasan, dr Hendarto Diminta Mundur Sebagai Direktur

Liputan4.com, Pamekasan – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Tmur didesak agar segera diganti. Desakan tersebut disampaikan Ketua Koordinator LSM JCW Abdurrahem, Selasa (11/05/2021)

Menurut Rahem dari hasil investigasi oleh tim Lembaga Swadaya Masyarat (LSM) Jatim Corruptions Wort (JCM) Jawa Timur beserta laporan dari masyarakat terkait tidak maksimalnya pelayanan di RSUD. WARU Kabupaten Pamekasan selain itu, banyak kekurangan yang harus dibenahi dan dievaluasi dalam pengelolaan di RSUD. WARU tersebut.

“Direktur RSUD WARU dr. Hendarto.M.si selaku PA (Pengguna Anggaran) gagal dalam mengelola rumah sakit waru,  tidak maksimal dan tidak bisa berkontribusi dengan baik dalam pengelolaannya, sehingga banyak kekurangan disana sini” ungkap Rahem

Temuan dan analisa dan croscek dalam tidak maksimalnya pengelolaan RSUD WARU meliputi yaitu:
1. IPAL tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak ada perbaikan sama sekali
2. Kamar jenazah Ruang/sarana dan prasarana tidak ada.
3. Laundry tidak ada alat pengering
4. Ruang HCU ambruk
5. Uji BAPETEN tidak ada
6. Banyak kamar mand/WC mampet dan bau serta cairan sering meluap ke luar
7. Banyak keramik yang sudah rusak
8. Tidak ada ruang perinatologi/ruang bayi karena inkubator rusak dan tidak diperbaiki sehingga tidak bisa dipergunakan sebagaimana mestinya
9. Banyak obat obat yang yang tidak dibeli akibatnya pasien BPJS yang mau menebus obat harus ke Apotek luar
10. Kendaraan operasional Dokter spesialis di pakai Direktur RSUD WARU
11. Pekerjaan jasa pelayanan sering terlambat
12. PAD tahun 2020 mencapai 180% tetapi kesejahteraan karyawan tidak diperhatikan
13. Kalau mau merujuk pasien pakai Ambulance supir masih kebingungan karena untuk mencari uang bensin
14. Pelayanan PMI/Transfusi Darah tidak memadai karena keluarga pasien masih mengambil Darah ke PMI Pamekasan
15. Dalam pengajuan pembelian obat obatan dll ke Direktur RSUD WARU tidak segera di disposisi dan perlu dipelajari.

Tidak itu saja kata Rahem masih banyak kekurangan yang belum di berikan secara rinci karena Direktur RSUD WARU Dr.Hendarto,M,si selaku Pengguna Anggaran (PA) tidak bisa mengelola dengan baik dan amburadul sehingga kinerja yang ada dirumah sakit waru tidak konsisten.

Dalam temuan tersebut diduga kuat Direktur RSUD WARU telah menyalahgunakan wewenangnya dan diduga ada korporasi tentang pengelolaan keuangan rumah sakit tersebut dan Rahem menjelaskan bahwa dalam kasus tersebut akan segera  melaporkannya ke penegak Hukum karena diduga terindikasi tindak pidana korupsi dengan merujuk undang undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan undang undang RI nomer 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang Bebas dari korupsi, kolusi dan Nepotisme.

“Kami meminta dengan hormat kepada Bapak Bupati Pamekasan agar segera melakukan evaluasi terhadap Direktur RSUD WARU. Karena telah gagal mengelola rumah sakit tersebut dan juga semua karyawan tidak diperhatikan tentang kesejahteraannya,” pungkasnya

Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
3
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
2
Marah
  • Bagikan
LIPUTAN4.COM Kami ingin menunjukkan kepada Anda pemberitahuan untuk berita dan pembaruan terbaru.
Dismiss
Allow Notifications