Dinas Pertanian Pastikan Stok Pupuk Di Nagekeo Aman

Dinas Pertanian Pastikan Stok Pupuk Di Nagekeo Aman

Liputan4.com- Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo memastikan proses distribusi pupuk subsidi kepada petani di Kabupaten Nagekeo, NTT dipastikan masih lancar dan aman meski di tengah pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Plh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo Ir Clementina Dawo kepada Liputan4 di ruang kerajnya pada Jumat 22 Mei 2020 siang.


“Petugas lapangan kita rutin melakukan pengecekan langsung pendistribusian pupuk bersubsidi, mulai dari distributor, kios, hingga kelompok tani. Semuanya masih lancar dan stok pupuk kita juga masih aman,” ujar Clementina.

Menurutnya, melihat daripada data realisasi penggunaan pupuk sejak Januari hingga Maret 2020 yang masih rendah, Ia memastikan stok pupuk subsidi bagi petani bisa tercukupi hingga akhir tahun.

Dirincikanya penyaluran pupuk bersubsidi sejak Januari hingga Maret baru mencapai 1.669,6 ton dari total 2.440 ton baik Urea, NPK, SP-36, ZA, maupun Petroganik yang sudah sampai ke tingkat pengecer dan sebagian sudah diambil petani. Sedangkan 1.771 ton sisanya masih belum disalurkan dari pihak distributor ke tingkat pengecer.

"Malahan yang sudah disalurkan distributor ke pengecer stoknya masih banyak"jelasnya.

Katanya, untuk tahun 2020, alokasi pupuk bersubsidi dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo sesuai dengan Rancangan Dalam Kegiatan Kerja (RDKK) sebenarnya lebih tinggi dari dari jumlah yang dialokasi saat ini yakni 2.440 ton, baik pupuk urea, sp-36, za, NPK, dan petroganik.

"Kemarin untuk Urea awalnya kita ajukan 3000 ton tapi karena dilakukan refocusing anggaran maka pemerintah provinsi hanya alokasikan kuota 1.500 ton. Sementara NPK kita ajukan 1.500 tapi yang dijatah cuma 800 ton. Kita sudah ajukan permintaan lagi mengantisipasi kekurangan hingga akhir tahun" terangnya.

“Saat ini harga eceran tertinggi pupuk bersusidi, yakni untuk urea Rp 1.800 perkilogram, kemudian SP-36 Rp 2 ribu perkilogram, Za Rp 1.400 perkilogram, NPK Rp 2.300 perkilogram, dan organik Rp 500 perkilogram,” imbuhnya.

Lebih jauh Clementina menjelaskan dalam melakukan pendistribusian pupuk bersubsidi hingga ke tangan petani, selama ini pihaknya bekerja sama dengan 2 Distributor dan 13 pengecer yang tersebar di 7 kecamatan. Dari 13 pengecer 1 diantaranya sudah mengundurkan diri dan saat ini sudah tidak lagi menjalankan aktifitas jual beli pupuk lagi yakni CV. Nilla Jaya.

"Bagi petani di wilayah Nilla dan Tonggorambang, Maropokot dan sekitarnya kalau bau beli pupuk bisa langsung ke CV. Sas Karya di Kelurahan Mbay 1, sebab CV Nilla Jaya sudah mengundurkan diri" katanya. (Arjuna)

[zombify_post]