Dikondisi Covid-19 Nasabah Bumi Putera Cabang Kalianda Mengeluh

  • Bagikan
Dikondisi Covid-19 Nasabah Bumi Putera Cabang Kalianda Mengeluh

LIPUTAN4.com, LAMPUNG SELATAN,- Beberapa nasabah Asuransi Bumi putera keluhkan Proses penarikan angsuran polis asuransi pendidikan yang terkesan menahan hak bagi  Nasabah dengan aturan baru yang di berlakukan pihak Bumi putera Cabang Kalianda, beralamatkan jalan Veteran Kalianda kabupaten Lampung Selatan, Rabu (03/11/2020).

Dimana nasabah polis asuransi bumi putera merasa kecewa, tidak bisa mengambil hak mereka dengan menarik angsuran yang telah mereka Angsurkan kepada Bumi Putera  beberapa bulan yang lalu .

Bariah salah satu nasabah bumi putera warga desa Bringin mengatakan , sudah melakukan penyetoran selama 33 kali angsuran pertriwulan kepada Bumi Putera.

” Saya mengajukan asuransi pendidikan yang kedua pada tahun 2009 lalu, untuk putri saya Keisha yang sekolah Taman Kanak Kanak (TK ) Nol besar hingga ketingkat SMU, saya telah melakukan 33 kali angsuran, sebesar Rp. 333,000′- pertriwulan kebumi putera.

” Saya off mengangsur kebumi putera sejak bulan Maret 2020, saya merasa sudah tidak mampu lagi untuk melanjutkan angsuran itu, karena keadaan akan kebutuhan kami sehari hari, jangankan mau memikirkan angsuran , untuk makan kami saja susah, ditambah saat ini ada virus covid-19, semuanya serba payah “, Cetus Bariah.

” Setelah saya mengajukan untuk berhenti mengangsur dan berniat menarik angsuran saya, pihak Bumi Putera pada saat itu menjelaskan kepada saya, mudah mudahan bisa dilakukan pencairan , seraya menirukan apa yang di sampaikan oleh pihak bumi putera, selama 7 bulan saya menunggu, tidak juga ada informasi dari pihak Bumi Putera ” .

Dikondisi Covid-19 Nasabah Bumi Putera Cabang Kalianda Mengeluh

Bariah pun mendatangi dan mempertanyakan  kepihak Bumi Putera , alasan apa hingga proses untuk menarik angsurannya tidak bisa dilakukan.

” Alasannya dari pihak Asuransi Bumi putera itu, untuk penarikan angsuran tidak bisa di ambil sebelum target di tahun 2026 , wadduh kok semakin repot amat, tidak seperti aturan awalnya, dimana nasabah bisa menghentikan setoran angsurannya dan bisa mengambil kembali angsuran itu selama satu atau dua bulan kemudian setelah pengajuan offnya “, Ujar Bariah.

” Saya berharap kepada pihak Bumi putera, bisa mengcairkan uang yang sudah saya setorkan beberapa kali setiap Triwulannya, saya sangat  membutukan uang itu untuk kelangsungan hidup keluarga kami di saat covid-19 ini “.

Di tempat yang sama Hayun Wahyudi suami Bariah membenarkan dan mengatakan,  aturan Bumi Putera tidak mempermasalahkan bila nasabah tidak mampu lagi melanjutkan Angsurannya, dan  angsuran itu pun bisa di tarik kembali.

” Waktu itu kan begini, aturan dari Bumi Putera, seandainya ada nasabah bermasalah untuk tidak bisa melanjutkan angsurannya , pihak Bumi Putera pun tidak mempermasalahkan, soal angsuran yang sudah di storkan bisa di ambil kembali seperti yang sudah sudah,  seperti pengajuan pertama saya untuk Wahyu Ikbal putra saya “, Urai Hayun.

Di tempat terpisah Sopian warga Palas yang juga nasabah Bumi Putera Cabang Kalianda Menjelaskan kepada pihak media Liputan4 Melalui Telpon selulernya, sudah tidak sanggup lagi dan sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkan setoran sebagai nasabah Bumi Putera .

” Saya tidak sanggup lagi mas untuk melanjutkan Angsuran saya kebumi putera, ketidak kuatan saya untuk meneruskan angsuran itu sudah tidak bisa saya pertahankan lagi , saya merasa beban akan kebutuhan hidup kami sangat terasa susahnya mas “.

” saya meminta hak saya untuk bisa menarik uang yang sudah saya Angsurkan beberapa kali kebumi putera, jangankan buat melanjutkan angsuran untuk hari hari kami sekarang ini saja susah , makanya saya ingin menarik semua angsuran saya “.

” Tapi pihak asuransi Bumi Putera tidak memberikan penarikan itu dengan alasan menunggu kontrak habis , saya pun kaget, dan mempertanyakan kontrak  dari mana “, Ucap sopian

” Kalau soal adanya moratorium  aturan baru Polis Asuransi Bumi Putera itu, itu baru baru ini mas diberitahukannya , sementara sebelumnya saya sudah sekian bulan dulu mengajukan pemberhentian  pengangsuran itu, lebih memberatkannya lagi dikenakan denda Sebesar Rp. 3000 ‘- perhari bagi yang tidak menyetorkan angsuran “, Ungkap nya.

Siti Rohayah selaku Kepala Bumi Putera Cabang Kalianda,  saat di konfirmasi langsung pihak media mengatakan,  setelah adanya moratorium pengajuan penebusan di hentikan dan tidak lagi bisa mengajukan penebusan.

” Dengan adanya surat moratorium dari kantor pusat untuk nasabah yang mengajukan penebusan perseptember 2018 di hentikan, jadi dari tanggal itu nasabah tidak lagi bisa mengajukan penebusan untuk sementara, karena surat moratorium itu berlakunya
sementara, tapi sampai hari ini belum ada penggantinya surat tersebut,  dan nasabah pun belum bisa untuk mengajukan pengambilan”.

” proses pengambilan itu bisa diajukan pada tahun 2026 mendatang setelah polis itu habis kontrak, kalau pun penebusan sementara tidak bisa dan belum bisa di proses karena aturan dari kantor pusat “, ujar Rohayah.

” Adapun soal aturan baru itu, kami sudah jelaskan kepada pihak nasabah, bahkan sudah saya kasih potocopyan surat moratorium itu kepada nasabah yang mengajukan proses penebusan itu, karena klaim habis kontrak kita masih ada yang tertunda, makanya penebusan itu untuk sementara di hentikan dulu “.

” Memang peraturan yang dulu nasabah boleh mengambil nilai tunai apa bila menghentikan proses pembayaran dan tidak bisa melanjutkan, itu pun bisa di ambil, namun dengan adanya muratorium peraturan baru ini, yang dikeluarkan pada tahun 2018 oleh kantor pusat untuk proses pengajuan penebusan itu sudah tidak bisa lagi ” Ungkapnya

Kami bukan menahan Hak nasabah , tapi memang tidak bisa di proses dari kantor pusatnya, Kantor Bumi putera Cabang Kalianda ini di bentuk hanya untuk melayani nasabah , kantor ini sewa Lo bukan punya kita, kantor ini diadakan untuk melayani nasabah , contohnya nasabah yang melakukan klaim meninggal, klaim habis kontrak , klaim dana kelangsungan belajar SD, SMP dan SMA yang diajukan disini “, Ujar Rohayah.

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

31
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

16
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

59
0
0

Kegiatan Soft Opening Wisata Pantai Muara Indah Suak

32
1
0