Diduga, Pengerjaan Bangunan Jembatan Gantung Asal-asalan

Diduga, Pengerjaan Bangunan Jembatan Gantung Asal-Asalan

Liputan4.com, Rejang Lebong. Miris, bangunan jembatan gantung yang usianya masih sangat belia, lantai dudukannya sudah mengalami keretakan dan turunnya permukaan serta mulai terlihat jebolnya bagian samping dudukan jembatan tersebut. Hal ini diduga dalam pengerjaanya dilakukan asal-asalan.
Jembatan gantung yang dibangun pada sekitar akhir November 2020 lalu, dengan volume panjang kurang lebih 50 meter dan lebar sekitar 1,40 cm. Walau volume bangunan tidak tertera pada papan proyek, namun dapat diketahui dari penyampaian Kadus setempat. Bangunan jembatan gantung yang terlihat warna-warni ini terletak di dusun lll, Desa Tanjung Sanai ll, Kec. PU Tanding Rejang Lebong Bengkulu.

Berdasarkan pantauan awak media Liputan4.com beberapa waktu lalu kondisi bangunan sangat memprihatinkan. Jembatan gantung yang sumber pendanaannya berasal dari anggaran Dana Desa (DD) 2020, dengan total dana mencapai hingga Rp : 581.631.200,00 ( lima ratus delapan puluh satu juta enam ratus tiga puluh satu ribu dua ratus rupiah. Dengan nilai anggaran yang tertera diatas, ternyata belum bisa menunjukkan hasil bangunan yang berkualitas dan memberikan kenyamanan bagi warga.


Dari hasil pantauan awak media, kemudian langsung berusaha menkonfirmasi Kades Tj. Sanai ll ( Amir ) melalui sambungan WhatsApp nya, namun tidak ada jawaban walau terlihat dalam posisi berdering. Awak media pun mencoba menemui Kadus setempat Arlan Suheri pada Rabu, 29 Sept 2021 pukul 17.52 wib lalu, yang akhirnya berhasil ditemui walau tak banyak memberikan informasi.

Dari beberapa informasi yang diminta awak media, hanya tiga poin yang terkonfirmasi. Yang pertama, terkait pemegang proyek ; Arlan Suheri pun menyebut satu nama yakni ” pak Muji “. Yang kedua terkait kondisi bangunan yang sudah mulai nampak bermasalah ; ia pun menyampaikan bahwa selama dalam pelaksanaan pengerjaannya ada saja permasalahan-permasalahan namun dapat teratasi. Hanya saja saat Tim Provinsi turun, sedikit repot karena sebelum saya harus temui pak Muji dikediamannya. Saat Tim ke lokasi ia mempertanyakan pemegang proyek, setelah mengetahui bahwa atas nama pak Muji, Tim pun tanggap dan mengatakan ” OOO jadi Muji lagi, tutur Kadus Arlan Suheri sambil menirukan ucapan Tim dari Provinsi. Jadi sepertinya nama pak Muji ini, tidak asing lagi bagi Tim pengawas dari Provinsi. Wajar saja karena menurut Kadus, semua jembatan gantung yang sudah dibangun didesa Tj. Sanai ll ini yang menanganinya adalah pak Muji.

Konfirmasi yang begitu singkat, hingga menunjukkan pukul 17. 52 wib. Mengenai keterlibatan dirinya saat dikonfirmasi, Arlan Suheri pun kembali memberikan keterangan, bahwa diri juga terlibat langsung dalam pelaksanaan proses pengerjaannya. Ya saya ikut kerja, dan saya harus kerja. Kalau tidak ikut kerja, saya mau dapat gaji apa?. Dan lagi kalau sekedar memantau dan mengawasi, terus proyek sudah selesai, saya dapat apa? tutur Kadus Arlan Suheri lagi kepada awak media sambil mengakhiri. Demikian pantauan awak media Liputan4.com. ASDAR.