Diduga Mencuri 17 Tablet Android Milik SMPN 2 Tebing Syahbandar,Anak Penjaga Sekolah Diamankan

Diduga Mencuri 17 Tablet Android Milik Smpn 2 Tebing Syahbandar,Anak Penjaga Sekolah Diamankan

Liputan4.com, Tebing Tinggi. Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi berhasil menangkap Sakula Andani (27) yang diduga pelaku  pencurian 17 unit tablet Android milik sekolah SMP Negeri 2 Tebing Syahbandar, Desa Penggalian, Kabupaten Serdang Bedagai,  yang ternyata adalah anak penjaga sekolah.

Keterangan diperoleh dari Kapolsek Tebingtinggi, AKP Dhora Simanjuntak, Sabtu (30/1/1/2021), menyebutkan bahwa pengungkapan kasus pencurian tersebut berawal dari laporan dari pihak tata usaha sekolah SMPN 2 Kecamatan Tebingsyahbandar ke Polsek Tebingtinggi perihal kehilangan andorid jenis tablet milik sekolah.


“Berdasarkan laporan tersebut hari itu juga saya langsung memerintahkan anggota untuk melakukan olah TKP di sekolah tempat lokasi kejadian kehilangan,” kata AKP Dhora Simanjuntak.

Kurang lebih satu jam melakukan olah TKP dan tidak menemukan hal ganjil apapun, tiba-tiba salah seorang pegawai tata usaha mengatakan coba periksa anak penjaga sekolah, dia kan tahu letak kunci ruangan tempat android tersebut dimana letaknya.

“Mendengar saran dari pegawai tersebut, petugas langsung bergerak menuju rumah penjaga sekolah yang juga terletak dilingkungan dalam sekolah,” jelas Kapolsek.

Setibanya dirumah penjaga sekolah, petugas menanyakan dimana keberadaan pelaku yang tidak lain adalah anak penjaga sekolah tersebut. Dengan perasaan cemas penjaga sekolah mengatakan bahwa pelaku sedang tidur, petugas pun meminta agar pelaku segera dibangunkan.

Setelah berhasil dibangunkan, petugas langsung bertanya kepada pelaku, siapa yang telah mencuri tablet milik sekolah, dengan terbata-bata pelaku menjawab tidak tahu, setelah ditanyai berulang-ulang pelaku tidak juga mengaku, akhirnya petugas memutuskan untuk menggeledah seluruh isi rumah penjaga sekolah tersebut.

“Setelah dilakukan penggeledahan, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa android jenis tablet milik sekolah yang telah dicuri pelaku dari ruangan tata usaha,” jelasnya.

Setelah menemukan barang bukti, petugas kembali bertanya kepada pelaku, ini punya siapa, dan pelaku diam seribu bahasa dan tanpa berlama-lama petugas langsung memboyong pelaku ke Polsek Tebingtingggi untuk diproses lebih lanjut.

Setelah menjalani interogasi di Mapolsek Tebingtinggi, pelaku akhirnya mengakui bahwasanya dirinya yang telah mencuri 17 unit android milik sekolah yang dijaga ayahnya, namun saat ini andorid tersebut tinggal 13 unit karena sisanya telah dijual pelaku kepada temannya.

Akibat dari perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara. (hrj)