"MARI SIAPKAN JIWA RAGA UNTUK MENJEMPUT KEAGUNGAN LAILATUL QADAR DAN KITA SEMUA MENJADI PILIHANNYA UNTUK MENDAPATI RAHMAT DAN MAGFIRAH-NYA DAN KEMBALI MENJADI HAMBA YANG DIKASIHI. MARHABAN YA RAMADHAN.""JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG. JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI DENGAN SENYUMAN. MARHABAN YA RAMADHAN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA."

Di Duga Jalan Tak Tuntas Kumala minta Kejari Lebak Untuk Periksa Proyek

  • Bagikan
Di Duga Jalan Tak Tuntas Kumala minta Kejari Lebak Untuk Periksa Proyek

Liputan4.Com.Lebak-Banten,— Keluarga Mahasiswa (Kumala) Lebak Perwakilan Rangkasbitung, meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak, segera periksa proyek jalan di Kampung Bahbul, Kecamatan Rangkabitung Lebak Banten. Proyek tersebut menelan anggaran hingga Rp 1,6 miliar, yang diduga tidak dituntaskan.

“Saya sangat miris melihat kondisi jalan yang rusak di Kampung Bahbul itu. Bahkan melihat pemberitaan di beberapa media, banyak yang celaka akibat keadaan jalan rusak dan licin. Tentu saya bertanya, mengapa jalan itu tidak dibangun sampai tuntas. Padahal jarak yang harus di bangun adalah 5,6 km. Tapi menurut pantauan di lapangan berikut laporan masyarakat hanya dibangun sekitar 2 km.Untuk itu kami minta Kejari Lebak segera turun dan periksa pekerjaan proyek tersebut, “Kata Ketua Kumala PW Rangkasbitung, Eza Yayang Firdaus, Jum’at (30/10/2020).

Menurut Eza, proyek pembangunan jalan yang di anggarkan tahun 2018 tersebut seharusnya sudah rampung menyeluruh. Dengan kondisi jalan seperti itu wajar bila warga Kampung Bahbul kecewa dan meminta pemerintah segera membangun kembali jalan tersebut.

“Kondisi Lebak saat ini sedang dilanda bencana Covid -19. Tentu hal ini  berdampak pada roda perekonomian masyarakat. Melihat jalan yang rusak seperti itu, kami merasa miris, dan kecewa. Mengapa pemerintah terkesan membiarkan hal ini terjadi.”Tegasnya

Untuk itu, Eza meminta pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Lebak segera turun langsung, dan memeriksa proyek pembangunan jalan di Kampung Bahbul tersebut.

“Kami minta pihak terkait segera periksa dugaan ketidak beresan proyek jalan tersebut. Dan meminta pemerintah mendorong, agar pengusaha yang mengerjakan proyek tersebut bertanggung jawab,”Ungkapnya

Sementara itu  Aepul salah seorang warga Desa Citeras, mengaku heran dengan kesan abainya Dinas PUPR Lebak  pada waktu itu kenapa tidak menindak oknum rekanan, yang terbukti tidak menuntaskan pembangunan jalan tersebut.

ada apa dan siapa CV.Putra Jaya Lestari itu. Semestinya, siapapun dia, hendaknya dinas tidak tembang pilih dalam bertindak, jika cukup bukti rekanan bermasalah dalam pekerjaannya,ya tindak lah. Ini kan bukan dana pribadi, tapi uang pajak rakyat yang digunakan untuk kepentingan pembangunan, yang hasil akhirnya untuk kepentingan rakyat kembali.”Tegasnya

Hingga berita ini di tayangkan tim awak media masih berusaha untuk mengkonfirmasi kepada pihak instansi terkait atau DPUPR Kabupaten Lebak dan CV Jaya Lestari setelah di datangi kantor masih dengan keadaan kosong.(Angga.R)

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

38
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

21
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

71
0
0

Kegiatan Soft Opening Wisata Pantai Muara Indah Suak

35
1
0