Desa Ini Disebut Terbaik Versi PMD Jeneponto, Kabid Pemdes: Desa Terbaik Itu Seluruh Komponen Desanya Bekerja

Desa Ini Disebut Terbaik Versi Pmd Jeneponto, Kabid Pemdes: Desa Terbaik Itu Seluruh Komponen Desanya Bekerja
STIK FAMIKA

Liputan4.Com, Jeneponto_ Kesuksesan pengelolaan dana desa maupun manajemen pemerintahan di tingkat desa tentunya tidak lepas dari mutu kinerja para perangkat pemdesnya, ketepatan waktu penyaluran BLT DD tahun 2022 misalnya sudah ada beberapa desa di kabupaten Jeneponto telah selesai.

Penyaluran BLT DD 2022 ini mendapat apresiasi dari dinas PMD Jeneponto melalui kabid Pemdes Ronald saat ditemui di ruang kerjanya, 07/04/22.


Kabid pemdes menjelaskan bahwa percepatan penyaluran BLT DD adalah prestasi manajemen desa, jika tahapan penyaluran berjalan semestinya pastinya kita akui aparat desa itu bekerja,” kita akui jika desa itu tercepat penyaluran berarti desa itu berprestasi, dan ada beberapa desa kami kategorikan desa terbaik,” ucap Ronald.

Diketahui tercepat tahapan penyaluran BLT DD tahun ini di pegang oleh desa Karelayu dan Desa Turatea timur di kecamatan Tamalatea yang telah berhasil memenuhi kebutuhan masyarakatnya, lalu desa yang lain bagaimana kinerjanya?

Menurut kabid Pemdes dinas PMD Jeneponto yang akrab disapa Karaeng Ngawing ini ada banyak tolak ukur kinerja desa salah satu yang terpenting adalah pengelolaan dana desanya dan kelincahan membuat laporan pertanggung jawaban.

” Kami ranking desa ini terbaik dimana kami lihat desa ini mampu pencairan dana desa hingga tahap empat, inikan prestasi kinerja perangkat desa mulai dari operator, kades hingga pendamping desa ini harus bekerja keras agar bisa sampai pada titik sesuai tahapan,” tegas karaeng Ngawing.

Desa yang masuk kategori terbaik menurut kaca mata dinas PMD Jeneponto yakni Desa Tuju kecamatan Bangkala Barat, Desa Barayya di Kec. Bontoramba, Desa Karelayu di Tamalatea dan Desa Turatea timur.

Dari uraian di atas menjadi atensi paradigma sosial kita bahwa keterlambatan pencairan dana desa sesuai tahapan itu murni ketidakmampuan manajemen suatu desa dalam mengelola keuangan desa bahkan lemah dipelaporan pertangungjawaban.

Salah satu masalah klasik terhambatnya laporan keuangan desa ada di temuan inspektorat yang tidak mampu diselesaikan secara administratif oleh desa sehingga penyelesaian LPJ jadi mandek.

Print Friendly, Pdf & Email