Debkolektor diduga membawa surat penarikan kendaraan palsu

Debkolektor Diduga Membawa Surat Penarikan Kendaraan Palsu

Infakta news, Makassar-Gowa, di duga Debkolektor ingin menarik kendaraan milik bapak ramang menggunakan surat penarikan palsu, Debkolektor hampir setiap hari menelpon bapak ramang alasannya motor tersebut ingin di tarik, menurut keterangan bapak ramang saya melihat disini ada kerjasama antara orang tua Tari dan debkolektor tersebut hanya berpura-pura untuk melakukan penarikan motor saya tuturnya,

Tari, adalah atas nama debitur namun bapak ramang pemegang kendaraan dan mereka membayar angsuran selama kurang lebih 20 bulan berjalannya, namun karena kondisi covid-19 pada waktu itu sempat terjadi kemacetan pembayaran sehingga bapak ramang kualahan untuk membayar angsuran sesuai kesepakatan pembiayaan,
Namun tiba-tiba datanglah debkolektor ke rumah Tari ingin menarik kendaraan tersebut dan bapak ramang di telpon oleh Tari dan debkolektor meminta motor tersebut harus di kembalikan dan memperlihatkan dengan surat penarikan palsu,
kami meminta kepada pihak kepolisian agar debkolektor yang tidak memiliki surat penarikan yang sebenarnya agar di tindak lanjuti agar para debkolektor ini bisa di pidanakan karena sangat meresahkan warga,
Pertama, leasing harus mengeluarkan surat kuasa kepada debt collector yang ditunjuk.Kedua leasing juga harus memiliki jaminan fidusia yakni pengaturan tentang pendelegasian wewenang pengelolaan uang dari pemilik uang kepada pihak yang didelegasikan. Dalam UU Fidusia, diatur bahwa leasing wajib memberikan surat peringatan terlebih dahulu.


Aturan penarikan kendaraan leasing ketiga adalah pihak leasing harus melayangkan surat peringatan minimal dua kali sebelum melakukan penarikan, dan keempat setiap debt collector atau pegawai leasing harus memiliki tanda pengenal