Dana 22 Milyar Untuk Penanganan Covid-19, 6 Milyar Lebih Telah Di Gunakan

Dana 22 Milyar Untuk Penanganan Covid-19, 6 Milyar Lebih Telah Di Gunakan

Dana 22 Milyar Untuk Penanganan Covid-19, 6 Milyar Lebih Telah Di Gunakan
LIPUTAN4.COM, Nias Barat, Temu pers yang di laksanakan di ruang Afo Bapeda Nias barat pada hari jumat 20/06/2020 yang di pimpin bupati nias barat, dan di hadiri Sekda sejumlah kepala OPD sekabupaten nias barat

Dalam acara temu pers Bupati nias barat Faduhusi Daeli S.pd menyampaikan bahwa dan 22 milyar untuk penanganan Covid-19, telah digunakan sebesar 6 milyar dan sisanya yang 16 milyar lagi masih utuh, untuk sisa dana tersebut masih bisa kita pakai dalam pembangunan apa bila pandemi covid-19 di katakan telah berakhir


" dana yang 22 milyar telah kita gunakan sebesar 6 milyar, dan sisanya masih bisa kita gunakan dalam pembangunan, jika covid-19 di katakan telah berakhir." Hal ini di sampaikan bupati

Lanjut Bupati," kegiatan pemerintah selama ini fokus pada percepatan penanganan dampak Covid-19 melalui berbagai jenis bantuan sosial seperti PKH, sembako pangan, BST dari Kemensos, BLT Dana Desa, JPS Provinsi, BLT hamba Tuhan dan Bansos Tunai Kabupatèn. Masalah yang sering muncul adalah data yang kurang akurat, Disini kita sering di sorot dan hal tersebut wajar, kita terus cari solusi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita sudah me nakeuh dapat jtmj 7 perluasan Sembako Panyang e-warung yang difasilitasi BANK Mandiri lebih 8 ribu kepala keluarga dan itu kita syukuri." Lanjutnya.

Sekda Nias barat Prof. Dr. Fakhili Gulo, menambahkan," memasuki Fase New Normal maka kita diharuskan menerapkan Tatanan Normal Baru dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Kita harus hidup bersama-sama dengan Virus Corona dan oleh karena itu kita dituntut untuk mampu mengendalikan diri, mengawasi diri akan pandemi virus corona, oleh karena kita saat ini berteman dengan corona, maka sesama Bis Kota dilarang saling mendahului, oleh itu kita mesti menjaga jarak, pakai masker dan sering cuci tangan artinya yang sakit pakai masker dan yang sehat juga pakai masker maka penyebaran Virus Corona hanya sekitar 1 persen lebih, tetapi bila yg sakit tidak pakai masker dan yang sehat juga tidak memakai masker, maka penyebaran virus corina bisa mencapai 95% lebih. sekarang ini kita sedang menunggu Peraturan Gubernur tentang Tatanan Normal Baru yang segera akan diberlakukan," tambah sekda

Kepala Dinas Sosial nias barat Drs. Ekonomi Daeli, MM mengatakan," pendataan penerima bantuan sosial Baik dia PKH, BST, dan BPNT, kurang pas, dan kita terus memantau dan memperbaikannya, pendataan ini bukan kita mengela tapi ini data yg sebelumnya, jadi kita terus mengupdate, agar datanya jelas dan benar, contoh yang menerima pkh telah kita keluarkan sebanyak 325 KPM, dimana KPMnya ada yang PNS, ada juga yang sudah dikatan masyarakat menengah ke atas ( sudah mampu)." terangnya.

" program penerima PKH ini telah bertambah dari jumlah 4 ribu sekian menjadi 6 ribu KPM, jadi untuk data BST kita sudah beberapa kali bilang dan sarankan kepada kepala desa agar yang sudah masuk penerima BST jangan lagi di masukkan datanya di BLT, karena data BST dari Kemensos." Lanjut kadis sosial

[zombify_post]