CV.Annajam Argo, Hadir Untuk Selamatkan Petani Tembakau Virginia dan Bawang Putih Lombok.

Liputan4.Com – Lombok Timur – Usaha Budi Daya Tanaman Tembakau Virginia, menjadi usaha yang sangat banyak diminati oleh sebgian besar Petani di Lombok Nusa Tenggara Barat(NTB), namun setiap tahun petani pengoven tembakau ini selalu menghadapi masalah dengan pasar dan harga jual. Karena pembeli tembakau cenderung mempermainkan petani pada Grade dan harga. Sehingga hampir setiap tahun Petani Tembakau Lombok mengalami kerugian.

Foto : Dr.Zukieflimansyah (Gubernur NTB) dan H.Najamuddin Mustopa.

Melihat kenyataan itu H.Najamuddin Mustofa sangat prihatin dengan persoalan yang dihadapi petani tembakau Virginia Lombok ini. Itulah sebabnya sehingga H.Najamuddin berusaha untuk membeli tembakau petani melalui CV. Annajam Agro yang nantinya akan dimasukkan ke beberapa perusahaan pembeli tembakau di Pulau Jawa.

“Langkah yang saya tempuh ini, karena saya melihat terjadi kebuntuan di Usaha tembakau ini, setiap tahun petani ribut dengan harga, tembakau mereka ditolak digudang, kalau mau menjual harus dititip lewat petani binaan,dan target pembelian kami tahun ini sekitar  2.000 atau 3.000 ton,”Ungkap H.Najam. Ahad (18/10/2020)

Ia juga menyampaikan bahwa banyak sekali tembakau petani yang tidak bisa diserap atau dibeli oleh gudang-gudang yang ada. Untuk itu H.Najamuddin yang juga Politisi Partai Amanat Nasional(PAN) itu mengajak pemerintah untuk mencarikan solusi terhadap problem yang dihadapi petani setiap tahunnya.sehingga setiap tahun petani tembakau rugi terus.

Foto : Gubernur NTB dan H.Najamuddin Mustopa di Gudang Bawang Putih.

Menanggapi hal tersebut Gubernur NTB Dr.Zulkieflimansyah, turun lapangan melihat secara langsung, kondisi petani Tembakau ovenan dan Bawang Putih serta hasil produksinya  ke Gudang CV.Annajam Agro, di Montong Tangi,Kecamatan Sakra Timur.

Gubernur mengapresiasi, kehadiran CV. Annajam Agro yang membeli tembakau petani yang tidak diterima oleh Perusahaan dan sebagai perusahaan yang membeli tembakau dan bawang putih hasil produksi petani, dengan standar harga yang sama dengan Perusahaan pembeli tembakau lainnya.

“Kami tidak membatasi petani yang punya tembakau silahkan dibawa saja kesini, selama ada tembakau kami tetap akan beli, terutama petani swadaya yang selama ini kesulitan untuk menjual tembakaunya ke perusahaan,karena sekarang perusahaan hanya membeli tembakau dari petani binaannya, kalau petani swadaya mau jual tembakau keperusahaan harus nitip atas nama petani binaan itu,” Terangnya.

H.Najamuddin Mustopa yang juga merupakan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD NTB, menaruh perhatian terhadap nasib petani Bawang Putih Kecamatan Sembalun, yang kesulitan temukan harga yang menguntungkan karena terjadi oper produksi. Sehingga saat ini di gudang CV.Annajam Agro, tersimpan sekitar 300 ton bawang putih sembalun yang rencananya akan dipasarkan keluar daerah,sambil menunggu izin dan labelisasi dari Pemerintah Provinsi NTB.(Bul)

 

 

Leave a Reply