PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Curhatan Masyarakat Korban PPKM Masyarakat Bukan Sejahtera Melainkan Sengsara

Pewarta: Sri Widodo Topik: Lampung, Serba-Serbi
  • Bagikan
Curhatan Masyarakat Korban PPKM Masyarakat Bukan Sejahtera Melainkan Sengsara

Liputan4 com. Palas Lampung Selatan

Selama di pemberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masarakat (PPKM), oleh pemerintah dampaknya sangat dirasakan oreh ekemen masyarakat terutama di kalaangan masyarakat di tingkat bawah.

Dimana tidak sejak adanya PPKM, kegiatan masyarakat dibatasi, masyarakat harus bisa memutar otak untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, pengeluaran tiap hari harus di pikirkan pemasukan minim, belum lagi bagi masyarakat yang mempunyai setoran pinjaman di bank, maupun setoran lainnya.

Bantuan yang di besar-besarkan pemerintah, hanya bisa di nikmati sebagian masyarakat belum bisa dinikmati oleh semua masyarakat terutama masyarakat di bawah, yang mendapatkan bansos terus mendapatkan yang tidak hanya bisa mengelus dada dan pasrah.

Nurdin yang kesehariannya sebagai pedagang di salah satu pasar tradisional di Kecamatan palas Kabupaten Lampung Selatan, Lampung harus bisa memutar otaknya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari, pedagang peralatan sekolah yang menjadi sumber untuk bisa menghidupi anak istrinya menjadi berkurang, biasanya tiap satu minggu bisa bisa belanja dua sampai tiga kali sekarang bisa belanja satu bulan sekali udah beruntung, belum lagi cicilan bank perbulannya.
” Sangat terasa dampak dari PPKM terutama masyarakat seperti saya ini, kebutuhan tiap harinya terus tapi pemasukannya minim bantuan yang di gadang – gadang dari pemerintah hanya buat pemanis diawal” Ucapnya Nurdin

Curhatan Masyarakat Korban PPKM Masyarakat Bukan Sejahtera Melainkan Sengsara

” Kalau terus seperti ini masyarakat bukanya sejahtera melainkan makin sengsara” Cetusnya

Hal serupa yang di rasakan Winarto pedagang Tape di desa Kalirejo Kecamatan Palas, selain kena dampak PPKM, Bansos pun tidak dapat, melihat orang-orang mengambil bansos PPKM saya hanya bisa pasrah hanya bisa bicara dalam hati.
“Yang dapet bansos dapet terus yang ga dapet ya ga dapet, saya pernah mendapatkan Bansos BLT DD, tapi sekarang tidak dapet lagi katanya BLT saya di gantikan yang lain” Tuturnya winarto saat akan menjual daganganya Tapenya, Kamis 29/07/2021

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan