CURAHAN HATI KOMANG YASA

Curahan Hati Komang Yasa

Lambelu Morowali, Liputan4.com – Komang Yasa, salah seorang pemilik usaha gilingan padi yang beroperasi di Desa Lambelu Kecamatan Bumi Raya Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah mengeluhkan lambatnya produksi akibat cuaca yang tak menentu.


Pengusaha gilingan padi yang sudah lama menjalankan bisnisnya, dengan begitu banyak konsumen ini mengaku kesulitan dalam menggiling padi karena proses pengeringan yang memakan waktu berhari-hari.

"Penjemurannya lama, jadi proses penggilingannya lambat. Cuaca tidak menentu, kadang hujan kadang cerah. Dalam kondisi yang cerah kita bisa berproduksi dengan cepat karena penjemuran cepat kering," terang Komang Yasa.

Hujan yang tidak menentu turunnya mengakibatkan penjemuran terhambat. Bukan tanpa solusi, dengan mesin pengering padi proses penjemuran bisa berjalan cepat. Sayangnya, tidak semua gilingan padi memiliki alat tersebut, termasuk Komang Yasa.

Komang Yasa menuturkan bahwa dengan alat pengering padi produksi gilingan bisa mencapai dua puluh lima ton perhari, mengingat Komang Yasa memiliki dua unit gilingan.

Oleh karenanya, Komang Yasa berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan bantuan berupa alat pengering padi untuk memaksimalkan produksi gilingan.

"Dengan adanya alat pengering padi maka produksi padi akan meningkat lancar dan kebutuhan masyarakat pun akan terpenuhi dengan cepat," tutur Komang Yasa. (Lipu4Morowali).

[zombify_post]