Cor beton Desa Bandan hurip Senilai Rp1,5 miliar Banyak Keretakan dan Tambalan Semen

Cor Beton Desa Bandan Hurip Senilai Rp1,5 Miliar Banyak Keretakan Dan Tambalan Semen

Liputan4 com. Palas, Lampung Selatan.

Cor beton ruas jalan Desa Bandanhurip-Bandanpurwo, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, ditemukan retak-retak dibeberapa titik. Padahal, proyek pembangunan jalan dengan kontruksi beton itu baru selesai dikerjakan.

Berdasar pantauan di lapangan Liputan4 com, Senin (22/11/2021), ada beberapa keretakan di beberapa titik, Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Lampung Selatan tahun 2021 itu. Bahkan ada bagian jalan yang corannya sudah patah dan terlihat polesan semen tipis untuk menutupi retakan/patahan tersebut.

Kekecewaan warga semakin menjadi karena keinginan untuk memiliki jalan yang representatif untuk ruas Bandanhurip-Bandanpurwo, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, tak sesuai harapan.

Berdasarkan data dari papan informasi di lokasi pekerjaan, proyek pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.496 meter itu dikerjakan CV. Triana Karya Mandiri. Peningkatan jalan tersebut menggunakan dana APBD 2021 senilai Rp1,5 miliar.

Cor Beton Desa Bandan Hurip Senilai Rp1,5 Miliar Banyak Keretakan Dan Tambalan Semen

Menurut salah satu warga setempat yang enggan namanya disebutkan, masyarakat sangat bersyukur jalan desa setempat ditingkatkan menjadi jalan rabat beton. Namun, pihaknya menyayangkan jalan kontruksi beton itu retak-retak dibeberapa titik. Padahal, pembangunan jalan itu baru selesai dibangun baru beberapa hari yang lalu.

“Ya, kami selaku masyarakat disini sangat senang sudah dibangun. Tapi, sangat disayangkan baru selesai kok sudah ada yang retak-retak. Bukan retak-retak, tapi patah,” kata dia,

Hal senada diungkapkan Sutris warga lainnya. Dia mengatakan selain dijumpai retak-retak, masyarakat menilai adanya dugaan pengurangan volume pada ketebalan badan jalan rabat beton.

“Alhamdulillah, kami sangat senang ruas jalan desa kami ditingkatkan menjadi beton tahun ini. Tapi, kami meragukan ketebalan badan jalan,” kata dia.

Dia mengatakan para pekerja diduga sengaja memasang papan bekisting ukuran 15 cm di bawah badan jalan yang sudah diratakan dengan material sabes. Dengan pemasangan seperti itu, ia menilai ketebalan jalan tidak sama dengan bekisting.

“Kalau bekisting-nya dipasang dibawah badan jalan, artinya ketebalannya enggak sampai 15 centimeter dong. Sebagian juga saya perhatikan bagian tengah dasar badan jalan terlihat tidak rata ketimbang bagian sisi jalan,” kata dia.

Aang Junaidi, warga lainnya mengatakan sebelum dicurahkan material ready mix (cor beton) dibadan jalan, seharusnya permukaan badan jalan di cek menggunakan level dengan waterpass. Hal ini supaya permukaan badan jalan rata dan volume sama.”Setau saya tidak dicek menggunakan waterpass biar rata sama semua volume materialnya,” ujarnya.

Kemudian, kata Aang, di beberapa titik ditemukan genangan air di badan jalan karena permukaan badan jalan yang tidak rata. “Seharusnya kan enggak ada genangan air dibadan jalan. Ini malah ada beberapa titik genangan air di badan jalan. Artinya badan jalan tidak rata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Penguji Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Palas, Selamet saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak merepon, meski ponsel pribadinya dalam keadaan aktif.