Liputan4.com
Portal Berita Online

Comunity TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto Temukan 99 Penderita TBC Dari Januari Hingga Juli 2019

0 5

JENEPONTO–Comunity TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto mencatat jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) sepanjang januari-juni 2019 sebanyak 91 kasus

Angka tersebut dilaporkan oleh Koordinator Comunity TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto, Muh Ruslan Senin, (26/08/2019). “dari januari hingga juni 2019 kami menemukan dan mendapingi penderita TB disemua tipe sebanyak 99 kasus. ini merupakan kerja keras kader TB Care Aisyiyah jeneponto yang telah turun lansung melakukan penjaringan kepada masyarakat dengan metode investigasi kontak. Kader Tb care Aisyiyah menemukan 509 terduga dan setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium ditemukan 99 kasus positif menderita penyakit TBC”.

Kepala Comunity TB-HIV Care Aisyiyah mengatakan bahwa metode kontak investigasi atau penjaringan lansung pada masyarakat dianggap efektif dalam menemukan kasus TB. Kader TB Care Aisyiyah turun lansung ke rumah masyarakat, dimulai dengan mengungjungi rumah yang pernah mengalami TB dan sudah dinyatakan sembuh maupu yang sementara berobat. Asumsinya bahwa, penyakit TB adalah penyakit menular yang penularannya begitu cepat, sehingga perlu di lakukan skrening di wilayah yang pernah mengalami TB atau sementara berobat. Selain menjaring terduga TB, kader TB Aisyiyah juga melakukan pendampingan pada penderita sampai tuntas pengabotan dan dinyatakan telah sembuh. selain itu kader juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang ditemuinya tentang bagaimana pencegahan dan pengobatan TB.

Lanjut Syhridha Sejak 2017 sampai saat ini, “kami telah berupaya memperkuat program dengan berbagai kegiatan. Diantaranya mendorong adanya kebijakan peraturan daerah (Perda TB), Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak Filantropi untuk peningkatan gizi penderita seperti Bank Sulsel, Bank BNI, BRI, Misi Pasaraya, Mandala Finance, Baznas, Lazismu. dan melakukan Kerjasama dalam bentuk MoU dengan organisasi kepemudaan, kemasyarakatan dan organisasi profesi”.

Untuk mendorong penanggulangan TB di jeneponto perlu upaya bersama dengan semua pihak. Comunity TB-HIV Care Aisyiyah jeneponto merekomendasikan kepada pemerintah daerah adanya rencana aksi daerah (RAD) penanggulangan TB. RAD disusun sejalan dengan RPJMD dan Renstra teringtegrasi. Tujuan adanya RAD Penanggulangan TB untuk memberikan acuan bagi semua pihak dalam membuat perencanaan dan penganggaran terkait penanggulagan TB. Sehingga dengan adanya RAD TB, Penanggulangan TB tidak hanya dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan namun semua SKPD dapat ikut terlibat didalamnya. selain itu pemerintah daerah perlu meningkatkan penganggaran penanggulangan TB. Ungkap Syahridha yang juga tercatat sebagai mahasiswa S3 Kedokteran Unhas.

Perlu untuk diketahui bahwa saat ini melalui DPRD Jeneponto telah mengesahkan Perda TB, dan ini perlu diperkuat dengan adanya Peraturan bupati (Perbup) dalam penanggulangan TB teringtegrasi, sehingga 2030 jeneponto bebas TB.

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.