Cegah Pemotongan Hewan Ternak Produktif, Disbunnak Prov Kalsel Dan Polda KalSel Sidak RPH dan TPH Di Tanah Bumbu. 

Cegah Pemotongan Hewan Ternak Produktif, Disbunnak Prov Kalsel Dan Polda Kalsel Sidak Rph Dan Tph Di Tanah Bumbu. 

 

Liputan 4.com- Tanah Bumbu.


Dalam rangka meningkatkan populasi ternak sapi potong dan upaya percepatan swasembada sapi potong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan Kepolisian Daerah (POLDA) Provinsi Kalimantan Selatan serta Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu melakukan pengawasan dan pembinaan di Rumah Potong Hewan (RPH) dan Tempat Pemotongan Hewan (TPH) Kab Tanah Bumbu, Jumat (12/11) tadi.

Kegiatan pengawasan dan pembinaan ini untuk menindaklanjuti hasil dari koordinasi sebelumnya tentang akan perihal larangan untuk penyembelihan sapi betina produktif yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (4), menyebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, deh. Hj Suparmi menjelaskan upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen dari Pemprov KalSel dalam melaksanakan PAPA TERTIB (Pengendalian Pemotongan Ternak Betina Produktif) untuk percepatan swasembada sapi potong, dalam rangka kemandirian pangan asal ternak dan meningkatkan kesejahteraan peternak,”Ucap nya.

Selanjutnya ia juga mengatakan bahwa ternak betina merupakan pabrik yang harus dijaga jangan sampai berkurang populasinya,”tambah Suparmi.

Pembinaan dan pengawasan tim lapangan masih ditemukan bahwa ternak betina yang masih produktif yang dipotong. Pemotongan ternak ini terjadi karena kondisi kakinya yang mengalami kondisi patah, serta ternak sapi yang dipotong berasal dari sistem pemeliharaan yang ekstensif yang kondisinya liar.

Selanjutnya tim juga menyampaikan aturan dan juga sanksi tentang pemotongan ternak betina yang masih produktif, yang kedepannya akan dilakukan tindakan.(Liputan 4.com/Disbunnak Prov. Kalsel).