PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Bupati Oku Selatan Mengikuti Lounching Monitoring Center For Prevension ( MCP ) Secara Virtual Tahun 2021.

Pewarta: Willy Apriandi Topik: Pemerintahan, Sumatera Selatan
  • Bagikan
Bupati Oku Selatan Mengikuti Lounching Monitoring Center For Prevension ( MCP ) Secara Virtual Tahun 2021.

Muaradua (31/08) Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Popo Ali.,M.B.Com. mengikuti Launching Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Centre For Prevention (MCP) dan Rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Rakorwardanas) Tahun 2021 secara virtual di Ruang Video Conference Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKU Selatan, Selasa (31/8/2021).

Launching Sinergitas Bersama MCP dan Rakorwardanas dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Acara dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua KPK RI Firli Bahuri, dan Kepala BPKP RI Muhammad Yusuf Ateh.

Diketahui, Launching Sinergitas Pengelolaan Bersama MCP dan Rakorwardanas Tahun 2021 ini dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian.

Sinergi pengelolaan bersama MCP oleh KPK, Kemendagri dan BPKP bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan tindak korupsi di seluruh wilayah Indonesia.

Ada delapan area intervensi MCP, yakni perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, pengawasan APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah, dan tata kelola keuangan desa.

Dalam kesempatan ini Ketua KPK Firli Bahuri berharap, MCP yang telah dikembangkan secara berkala oleh KPK, dapat menjadi tolok ukur baru untuk menilai keberhasilan tata kelola pemerintahan di suatu daerah.

Sementara itu, Muhammad Yusuf Ateh menyebut, kolaborasi pengawasan antara Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Aparat Penegak Hukum (APH) harus dilakukan sejak awal. “Hal itu dimaksudkan agar tindak rasuah dapat dicegah sedini mungkin,” sebutnya.

Kemendagri menyampaikan bahwa kegiatan launching sistem MCP ini merupakan kerjasama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Menteri Dalam Negeri yang bertujuan untuk melaksanakan pencegahan korupsi dan penyimpangan – penyimpangan lainnya.

Ia meminta seluruh Kepala Daerah yang ada di indonesia untuk dapat menugaskan kepada jajarannya masing-masing agar dapat terkoneksi dengan sistem MCP ini karena masih ada beberapa daerah yang belum terhubung.

Kemendagri mengatakan, bahwa dalam melakukan tugas masing-masing, semua pihak diharapkan untuk melakukan yang terbaik, menciptakan suasana kerja yang harmonis baik dari daerah maupun dari pusat.

“Kita harus bisa menciptakan suasana kerja yang harmonis dan hubungan relasi yang bagus baik ke atas, para bupati, walikota dengan para gubernur. Gubernur dengan pemerintahan pusat maupun kesamping antar rekan kerja yang sejajar,” imbuhnya.

Mendagri Tito Karnavian juga meminta efisiensi belanja harus benar-benar dilakukan dengan baik juga diperlukan kecerdasan untuk mencari peluang dalam mendapatkan pendapatan agar memudahkan semua pihak dan tidak memberatkan masyarakat.

Ia juga berharap dengan adanya rakor ini dapat bermanfaat bagi semua pihak untuk memperbaiki kinerja dalam manajemen pemerintah baik pusat maupun daerah.

“Semoga rakor ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk memperbaiki kinerja dalam manajemen pemerintahan kita masing – masing baik pusat aupun daerah,” harapnya.

Turut hadir mendampingi Bupati OKU Selatan, Sekretaris Daerah Pemkab OKU Selatan H. Romzi, S.E.,M.Si. dan Inspektur Pemkab OKU Selatan H. Ramin Hamidi.

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan