Bulan Ramadhan adalah bulan Penuh berkah.

Bulan Ramadhan adalah bulan Penuh berkah. Bulan ini dimanfaatkan oleh sebagian kecil pemuda untuk menjadikan Ramadhan sebagai waktu tepat memperkuat aqidah dan ukhuwah islamiyah. Hal inilah yang dimanfaatkan pemuda Desa Taring, kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa mengadakan kegiatan yang mereka sebut LENTERA RAMADHAN.
Kegiatan tersebut telah menjadi rutinitas bagi pemuda-pemudi Taring yang di Prakarsai oleh FORUM PEMUDA PEDULI LINGKUNGAN TARING (FORMULATA). Sejak diadakannya Lentera Ramadhan pertama kali di Lapangan Pemuda Desa Taring pada 1437 hijriyah hingga sekarang 1440 H, selalu menghadirkan euforia tersendiri bagi masyarakat desa Taring. Bagaimana tidak, kegiatan ini sasarannya adalah pembinaan dini dalam bentuk apresiasi bagi santri dan santriwati yg berasal dari sebelas dusun di Desa Taring. Perwakilan dari sebelas dusun tersebut diantaranya adalah dusun Pannyawakkang yang dimotori oleh IKRAMPA (ikatan remaja masjid Pannyawakkang), dusun Bangkala oleh IRMASBA (ikatan remaja masjid Bangkala-Sa’ro), Dusun pataung oleh REMASPAT (remaja masjid pataung), dusun Ulu Taring, Dusun Sapabalang, Dusun Bulassi, dan Dusun Bontomanai.

Kegiatan rutin Lentera Ramadhan hingga yang ke-4 ini, menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak dan remaja di Desa untuk lebih memperdalam ilmu agama. Dapat ditelusuri dengan nampaknya potensi yang dimiliki peserta lomba dalam Lentera Ramdhan ini. Panitia Pelaksana (FORMULATA) mendesain bentuk kegiatan tersebut dengan kompetitif. Para santri dan santriwati unjuk kemampuan dalam berbagai macam perlombaan, yakni diantaranya adalah Lomba Adzan, Hafalan surah-surah pendek Al-Quran, Tilawatil/Tadarrus Quran, praktek shalat, kaligrafi, hingga lomba baca puisi islami. Kompetisi ini diikuti oleh jenjang usia 6 hingga 13 tahun mewakili usia anak dan remaja. Selain itu, juga diikuti pula oleh mereka yang sudah berstatus mahasiswa sebagai perwakilan usia dewasa. Selain perlombaan tersebut diatas, diisi pula hiburan seperti baca puisi religi, musikalisasi puisi, Tarian dan qasidah dari binaan FORMULATA dan IKRAMPA. Meskipun tampil apa adanya, mereka percaya diri dalam menghibur seluruh masyarakat yang hadir di Lapangan Pemuda Desa Taring, sebagai Lokasi utama yang selalu digunakan tiap tahun kegiatan Lentera Ramadhan diadakan. Melihat antusiasme masyarakat pun tamu undangan, dapat dikatakan kegiatan ini memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat setempat. Terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan.


Sebagaimana yang dikatakan oleh Ketua Umum Forum Pemuda Peduli Lingkungan Taring, Ato Pramudianto, dalam sambutannya pada malam penutupan yang dirangkaikan penyerahan hadiah Lentera Ramadhan mengatakan: “saya melihat sejak awal, bahkan jauh sebelum saya dan kawan-kawan di FORMULATA mengadakan kegiatan ini, Desa Taring memiliki anak-anak yang berbakat. Saya berharap Potensi anak-anak kita di Desa ini seyogyanya mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Terutama sekali oleh Pemerintah Desa sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam mengimplementasi amanah konstitusi yang mana salah satu tugasnya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita lihat, tema yang diangkat oleh panitia pelaksana yakni meningkatkan moralitas dengan nilai-nilai Islam dalam membangun Peradaban Menuju Taring berakhlakul kharimah. Tugas pemuda adalah memberi masukan, kritik dan saran kepada pihak berwenang. Tidak mungkin pemuda, apalagi sekaliber FORMULATA yang merealisasikan impian besar itu. Pemerintah jangan sampai buta melihat potensi desa, musti jeli, dan membuka wawasan dalam merumuskan persoalan. Yang paling utama dibenahi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini adalah perbaikan moral hingga mencapai insan kamil. Oleh sebab itu, perlu dan segera, dilakukan kolaborasi yang sifatnya serius untuk membangun desa melalui perbaikan Moral masyarakat, Pembinaan potensi pemuda dan masyarakat serta ketepatan pemerintah menggunakan anggaran sebagaimana yang semestinya” (30 Ramadhan 1440 H/3 Juni 2019 malam).

Masyarakat menilai, kegiatan yang dilakukan oleh pemuda ini sangat positif. Dalam kesempatan wawancara kepada salah seorang masyarakat menyatakan “saya selalu antusias melihat anak-anak saya mengadakan kegiatan ini. Mereka semua sudah saya anggap anak sendiri. Saya beri mereka fasilitas (rumah) untuk dijadikan sekretariat panitia. Intinya “bajiki punna tuli suara kamponga. Semoga tahun depan bisa dilanjutkan”. Tungkas Daeng Daha (29 Mei 2019).

Oleh itu, selaku Kepala Pemerintahan di Desa Taring, Abd. Azis daeng Tammu (kades Taring) cukup mengapresiasi seluruh pemuda yang sudah giat menciptakan warna berbeda tiap tahun melalui kegiatan Ramadhan semacam ini. Katanya, “saya mendukung penuh FORMULATA agar dapat melanjutkan langkahnya kedepan dalam melakukan pembinaan berjenjang bagi tumbuhnya bibit muda sehingga generasi semakin baik. Tidak hanya dukungan moril tetapi juga saya akan meng-cover mereka secara materil. Saya akan gelontorkan anggaran untuk dikelola oleh FORMULATA dan kelompok pemuda lainnya, sehingga kedepannya lebih mudah lagi dalam merancang kegiatan. Saya akan merumuskan hal ini bersama dengan seluruh pihak terkait guna menjawab aspirasi pemuda dalam menyongsong taring berperadaban dan berakhlakul karimah”. Demikian dikatakan dalam sambutannya pada malam penutupan dan penyerahan hadiah (3 Juni 2019).

Undang-Undang Dasar mengamanahkan kepada pemerintah memang salah satu tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Forum pemuda peduli lingkungan Taring, dianggap sukses memberi kontribusi pada aspek ini. Terdapat banyak kelompok pemuda dari luar wilayah Desa Taring khususnya dan umumnya di Kecamatan Biringbulu yang termotivasi dengan gagasan Pemuda Taring. Hal ini menjadi dasar pikiran bahwa tugas pemerintah akan semakin mudah apabila dapat merangkul seluruh elemen di Desa, terkhusus pemuda.

Melalui penguatan aqidah, pembinaan anak usia dini hingga usia remaja, adalah orientasi fundamen dalam menyongsong era baru indonesia. Ketua Panitia, Dedi Mukhtar, SE, usai sambutan menambahkan, “perlu kolaborasi progresif bagi seluruh elemen masyarakat untuk menangkal radikalisme berpikir dan tindakan hingga menjanggal sengatan globalisasi dan teknologi canggih yang menjerumuskan anak bangsa kedalam tindakan masa bodoh dan tidak produktif”. inshaAllah, perjuangan akan senantiasa kami gelorakan. imbuhnya.