Jeneponto,Liputan4.com – Ratusan massa pemuda,lembaga dan aktivis yang tergabung dalam pejuang BPJS geruduk kantor Bupati Jeneponto.
Kehadiran massa dalam rangka demontrasi terkait ribuan data BPJS dan KIS warga tiba-tiba tidak aktif. Aksi damai itu di gelar depan kantor bupati Jeneponto dengan penjagaan ketat aparat kepolisian bersama satuan pol PP.
Puluhan alat peraga aksi terbentang sebagai aspirasi visual untuk mengingatkan pemerintah Jeneponto akan tujuan mereka hadir agar apa yang disampaikan dapat di dengar dan dijadikan landasan solusi demi kepentingan masyarakat.
Para orator silih berganti menyampaian pesan ilmiah yang pada intinya meminta pemerintah daerah Jeneponto memikirkan warga yang terdampak bantuan jaminan kesehatannya tidak aktif.
Salah satu orator sekaligus jenderal lapangan mengaku sebagai tim pemenangan bupati terpilih pada pilkada lalu Edhy Subarga berharap Bupati dan wakil Bupati Jeneponto memihak pada kepentingan masyarakat khususnya warga miskin yang tidak aktif BPJS – KIS nya.
Lebih lanjut Edhy sapaan kordinator lapangan aksi itu bahkan menyampaikan kecintaannya kepada bapak Bupati dan wakil bupati Jeneponto yang telah berhasil membangun daerah dalam kurung waktu satu tahun, namun menurutnya soal jaminan kesehatan warga patut pula diperhatikan.
” Kami hadir di tempat ini mewakili ribuan masyarakat yang tidak aktif BPJS-KISnya , bukan kami tidak suka kepada pak bupati, kami justru cinta, tapi tolong perhatikan warga miskin pak, yang saat ini tidak aktif jaminan kesehatannya,”ujarnya melalui megaphone aksi. Kamis 05/02/26.
Sedikitnya sebanyak 22 lembaga pemuda dan aktivis ikut serta dalam aksi yang menyuarakan kepentingan masyarakat, khususnya keresahan warga yang kurang akan jaminan kesehatannya yang tiba-tiba terhenti.
Meski sempat di warnai kericuhan karena ulah beberapa oknum provokator yang berasal dari dalam kantor bupati, akhirnya sebanyak 25 orang perwakilan aksi damai itu diterima audience oleh bupati Jeneponto dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.












