Berkaca pada OTT Rahmat Effendi, Firli: Pemberantasan Korupsi Kerja Bersama

Berkaca Pada Ott Rahmat Effendi, Firli: Pemberantasan Korupsi Kerja Bersama

JAKARTA, Liputan4.com | Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan keprihatinannya karena masih ada pejabat yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka korupsi, seperti Wali Kota nonaktif Bekasi, Rahmat Effendi. Firli mengingatkan, pemberantasan korupsi merupakan kerja bersama seluruh cabang kekuasaan mulai dari parlemen hingga partai politik.
“Pemberantasan korupsi tidak bisa dilakoni oleh satu lembaga apalagi satu orang. Dia harus merupakan kerja semua lembaga bahkan di seluruh cabang kekuasaan,” ungkap Firli dalam keterangan yang diterima, Sabtu (8/1/2022).

Firli mencontohkan para legislator di DPR harus cermat dalam memetakan ada tidaknya lubang dalam regulasi yang memudahkan terjadinya penyimpangan. Sementara lembaga yudikatif harus memastikan peradilan berjalan secara adil, sehingga dapat memenuhi rasa keadilan hukum dan keadilan masyarakat.
“Demikian juga di kamar kekuasaan partai politik, juga menunjukkan bersih dari korupsi dan tidak ada lagi sistem politik yang ramah korupsi,” tutur Firli.


Pria kelahiran November 1963 itu juga menyoroti para pejabat di lingkup eksekutif baik di tingkat pusat maupun daerah. Menurutnya, para pejabat di lingkup eksekutif harus memastikan pelaksanaan pemerintahan tidak hanya taat kepada undang-undang, melainkan juga diiringi dengan etika dan moral penyelenggara negara yang jujur, profesional, akuntabel, baik, dan benar.
“Semoga ke depan kita makin sedikit menyaksikan korupsi di sekitar kita karena perbaikan sistem yang kita lakukan secara terus menerus di semua bidang kehidupan,” kata Firli.

“Pada akhirnya ini semua akan menciptakan budaya antikorupsi yang masif yang membuat para pejabat Indonesia tampak bersih dan profesional, Membanggakan kita semua. Amin,” harap Firli.

(Yhn/Frd)