Warga Kampung Mapung Membangun Secara Swadaya

Kampung Mapung secara administrasi adalah bagian dari Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolo Pao sejak pemerintahan kolonial Belanda. Jarak kampung Mapung dari pusat administrasi Desa Tabbinjai kurang lebih tujuh kilometer dengan kondisi jalan penuh bebatuan dan tanah yang bergelombang.

Jaraknya sekitar 3 jam jika ditempuh dengan berjalan kaki. Sedangkan dari Malino ke Desa Tabbinjai kurang lebih sejam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Jarak dari Makassar kurang lebih tiga jam hingga tiba di Malino. Kiranya perjalanan tujuh jam harus ditempuh sebelum akhirnya tiba (baca: Mereka yang Terusir, Tiro).

Warga kampung Mapung telah usai membangun jembatan penghubung ke kampung tetangga yakni Tuhoi. Kirannya dengan dibangunya jembatan ini memperbudah akses orang Mapung ke sanak keluarganya begitupun orang orang Tuhoi.

Praktik arsitek warga Mapung terlihat bukan sebatas pergulatan fisik-teknis melainkan lebih banyak melihat aspek sosial dan budaya yang lebih partisipatif.

Mereka membangun secara swadaya begitupun dengan bahan material jembatan di ambil dari alam seperti bambu dan diding pohon areng (Bilua) yang dijadikan pengikat. Perkakas kerja yang dipakai dalam pembangunan tersebut, di bawah oleh para warga ” tutur  Nasrullah warga kampung Mapung).

Para warga kampung Mapung bekerja setiap hari sabtu. Mereka mulai membangun sejak pertengan bulan april 2019 dan selesai juni 29/2019 “tutupnya”.

Pos terkait