Berawal dari Hobi, Pak Amin Buka Toko Oleh-oleh Khas Papua

Berawal Dari Hobi, Pak Amin Buka Toko Oleh-Oleh Khas Papua
Caption: Pak Amin, ketika tengah melayani pembeli di toko Ole-ole Khas Papua miliknya. Kamis (21/7/2022). (Foto: MWW).

TIMIKA | Berkat kecintaannya terhadap seni, Pak Amin, seorang warga Jl. Jend. Ahmad Yani, Mimika Papua membuka sebuah toko ole-ole khas Papua di Mimika.

Pak Amin menceritakan, dirinya pertama kali memulai usaha jualan Ole-ole Khas Papua tersebut sejak sebelas tahun lalu atau tepatnya pada tahun 2011. Ia pertama kali membuka usaha tersebut di Jayapura sebelum akhirnya hijrah ke Timika.


“Saya juga senang barang-barang seni, senang dan memang ada yang sering cari, tapi barang-barang Papua ini memang sudah lama saya jalani,” kata Pak Amin saat ditemui di lapak miliknya, Kamis (21/7/2022) dalam cerita singkatnya.

Pak Amin menuturkan, cikal bakal ia membuka usaha tersebut berawal ketika ia mengikuti keluarganya yang juga menekuni bisnis Ole-ole Khas Papua tersebut. Berkat pengalaman yang didapati, Amin kemudian mengaplikasikannya dengan modal seadanya guna membuka usaha serupa.

“Dari orang-orang kepercayaan saja, kita pinjam pinjam barang sambil kita terima orang titip-titip barang, begitu saja sampai sekarang,” kata Pak Amin.

Sementara itu, di lapak miliknya Pak Amin menyediakan barang-barang dagangan khas Papua dari berbagai jenis, ada ukiran-ukiran patung, lukisan dinding, noken, koteka, mahkota hingga aksesoris khas Papua lainnya yang dijual dengan harga terjangkau.

Bagi Pak Amin, meskipun pendapatan yang diraupnya tidak banyak namun cukup untuk menghidupi keluarga kecilnya, menyewa ruko dan memutar kembali modal usaha agar terus bertahan.

Ia juga mengaku, rata-rata pengunjung yang datang membeli barang dagangannya adalah orang yang hendak berangkat ke luar daerah dengan tujuan membeli barang-barang dagangan tersebut sebagai Ole-ole kepada sanak-saudara.

Selain itu, omset yang diraup Amin diakuinya meningkat pasca perhelatan PON XX Papua 2021 lalu yang mana Mimika juga berkesempatan menjadi tuan rumah.

Kendati demikian, diakui Amin omset yang didapati tidak seberapa lantaran pandemi covid-19 yang menurutnya menjadi sekat jika dibandingkan sebelum dan sesudah PON XX Papua 2021.

“Kalau dulu mungkin paling besar 1 juta waktu pon, tapi kadang turun naik, karena terbatas anunya, kan masih covid to jadi mereka tidak bebas kesana kemari, kalau sebelum dan setelah pon ya biasa aja, tapi waktu PON memang ada peningkatan itu,” ungkapnya.

Pendapatan dari usaha milik Amin itu dikatakannya, pada hari-hari biasa pendapatannya biasa-biasa saja. Dalam satu hari terkadang mencapai Rp.400.000 hingga Rp.500.000 bahkan nihil.

Ia berharap, pandemi segera berakhir dan penjualan bisa didongkrak kembali dengan upaya-upaya lain yang nantinya bakal ditempuh. (MWW)

Print Friendly, Pdf & Email