Bendungan Tugu Trenggalek, Datangkan Berkah Bagi Pedagang Kecil

Bendungan Tugu Trenggalek, Datangkan Berkah Bagi Pedagang Kecil

Liputan4.com,Trenggalek – Belum lama diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, yakni Selasa (30/11/2021) yang lalu. Potensi wisata Bendungan Tugu Trenggalek yang menarik, mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah. 

Meski belum dibuka untuk umum, para pelancong dapat menikmati megah dan indahnya Bendungan Tugu dari tepi jalan raya.


Bendungan Tugu yang terletak di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek atau tepatnya berada disisi jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Ponorogo, membawa berkah bagi penduduk sekitar. 

Dari pantauan media liputan4.com dilokasi, warung kuliner mulai menjamur disepanjang sisi jalan raya menuju lokasi bendungan. 

Pedagang yang berjualan di sekitar Bendung Tugu mengaku, pendapatannya cukup lumayan selama berdagang di lokasi tersebut.

Hal itu diungkapkan,Tami (43) pedagang asal Desa Nglinggis.
Dirinya mengaku sudah berjualan di area Bendungan sudah hampir 7 bulan, banyaknya pengunjung meningkatkan pendapatan para pedagang.

“Saya berjualan setiap hari, buka pukul 08.00-19.00 WIB,” terang dia. 

Meski bukan hari libur, kata Tami, “Pengunjung ramai berdatangan ke Bendung Tugu, dan pendapatan saya bisa mencapai Rp200-300 per hari,” kata dia, Sabtu (24/9). 

Tami menerangkan, pedagang akan meraup pendapatan paling banyak saat memasuki akhir pekan atau waktu liburan, sehingga momen liburan panjang menjadi hal yang ditunggu-tunggu.

“Saat akhir pekan atau libur panjang, pengunjung semakin ramai. Maka dari itu adanya bendungan ini sangat bermanfaat untuk warga dari jauh dan dari sekitaran bendungan,” kata Tami, yang menjual makanan serta minuman kemasan. 

Tami menambahkan, berjualan di Bendungan Tugu lebih baik dibanding berjualan ditempat sebelumnya yaitu di Tugu perbatasan. 

“Sebelum berjualan di sini (Bendungan Tugu) , saya berjualan di Tugu perbatasan Trenggalek-Ponorogo, tapi pendapatan di sana tidak mencukupi. Ketika saya pindah ke lokasi bendungan, pendapatan saya lebih baik,” ucap dia.

Sementara itu, pemilik warung kuliner di Tugu perbatasan Trenggalek-Ponorogo, Bencok (50) menyatakan,  keberadaan Bendungan Tugu dapat mendongkrak perekonomian keluarganya. 

“Selama dua tahun adanya pandemi Covid-19, usaha kami hanya sekedar bertahan, semoga situasi terus membaik,” harapnya. 

Disinggung hasil yang pernah dia kantongi, Bencok tak menjelaskan secara detail. Namun pihaknya mengaku dalam sehari penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Pendapatannya memang tidak menentu, tapi setelah pandemi Covid-19 mulai membaik, hasilnya cukup untuk kebutuhan hidup keluarganya,” kata dia.