Bantuan Oprasional ( BOP) Pondok Pesantren Diduga Tidak Transparan 

IMG 20201120 WA0162

Liputan4.com. – Cianjur – Program pemerintah melalui bantuan oprasional(BOP) dengan jumlah kisaran 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) sampai 50.000.000 (Lima puluh juta rupiah) sudah di kirim ke rekening masing masing,
dana yang bersumber dari anggaran pembelanjaan negara (APBN) yang di salurkan melalui kementrian agama untuk ruang lingkup pondok pesantren .

Seperti hal nya pondok pesantren di wilayah kecamatan kadupandak kabupaten cianjur yang belum lama ini mendapat bantuan oprasional (BOP) senilai 40.000.000 dengan jumlah murid laki laki dan perempuan sekitar 170 orang.

Untuk mencari impormasi dan bahan tulisan sang Pewarta pun mengunjungi pondok pesantren
untuk mencari impormasi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut
dan kagetnya ketika melihat banyak nya krumunan santriawan dan santriawati sedang mengadakan kegiatan belajar mengajar, yang lebih mirisnya mereka sama sekali tidak ada pembatas atau pun memakai masker yang menempel di setiap santri.

sesampainya di rumah selaku ketua madrasah menurutnya” saya tidak tau menau masalah covid yang tau mad yani selaku ketua yayasan ,apa pun itu bentuknya saya arahkan ke dia termasuk bendahara keuangan” pungkasnya sambil pergi.

Selang beberapa menit akhir nya bendahara pun datang menurut nya” itu udah hal biasa kalau di dalam pondok, yang penting kita sesuai prosudur dan saya sangat paham juknis nya dan deretan RAB pun udah ada” pungkasnya dengan gaya dia.

Dengan begitu pun terus mengajukan pertanyaan terkait pengalokasian dana tersebut ungkap pengelola ponpes untuk pengalokasian dana tersebut hampir 70% sudah ter salurkan, salasatunya pembelian masker, sabun,listrik, dan untuk sisanya kami bayarkan untuk pembayaran hutang pesantren selama 3bulan sebelum turun dana tersebut, karna kalo tidak di bayarkan laporannya gimana untuk pertanggung jawaban “pungkas nya dengan bahasa yang tegang.

Sedangkan di situ di jelaskan di petunjuk tehnis (juknis) cara pengalokasian dana tersebut ada yang di wajibkan dan ada pula yang di larang untuk yang dilarang salahsatu larangannya “uang tersebut tidak boleh di simpan di bank, di bunga kan, di pinjamkan, di pake untuk kepentingan perorangan ,di pake untuk upacara ke agamaan” dan lain sebagainya yang skiranya tidak ada kaitannya dengan covid 19. 

Penulis : Bro Tommy

Dilansir : Suparman

Print Friendly, PDF & Email
KONTEN SPONSOR

Leave a Reply