Bantah Adanya Potongan Bantuan Covid-19 di Desanya Ini Penjelasan Kepala Desa Neglasari

Reporter: L4Banten Kategori: Banten, Peristiwa
  • Bagikan
Bantah Adanya Potongan Bantuan Covid-19 di Desanya Ini Penjelasan Kepala Desa Neglasari

Liputan4.com Lebak- Adanya pemberitaan potongan bantuan Covid-19 di Desa Neglasari Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Kepala Desa Neglasari Tating Sutiana membatah adanya pemotongan bantuan Covid-19 tersebut. Rabu 9/6/2021

Kepala Desa Neglasari Tating Sutiana menjelaskan pada awak media saat di temui di kantornya. Pembagian BST APBN tersebut sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme Pemerintah, dimana pembagian bantuan tersebut dilakukan di Kantor Desa dan selalu di hadiri pihak muspika Kecamatan Cibeber, Babinmas, Babinsa TKSK, BPD, juga kami suka mengundang pihak LSM atau media untuk menyaksikan

“Terkait adanya pembagian yang di gilir pada masyarakat itu bukan hasil inisiatif kepala Desa tapi hasil Musdesus yang di lakukan Desa bersama muspika, Babinmas, Babinsa TKSK, BPD, Kasepuhan dan juga tokoh masyarakat, jadi adanya perguliran yang dilakukan itu hasil Musdesus di Desa karena Masyarakat kami sangat banyak yang tida mendapatkan bantuan BST tersebut padahal mereka sama terdampak adanya Covid-19 ini

Lanjut Tating takutnya kesenjangan sosial itu jadi polemik di masyarakat dan membesar saya konsultasi pada Muspika dan diarahkan kami melakukan Musdesus dan pembagian ke 4 sampai 13 itu pembagiannya di gilir pada yang lain yang sama terdampak Covid-19,

“Awal mulanya Sebelum ada Musdesus tersebut banyak masyarakat yang datang ke desa bahkan datang kerumah saya menanyakan kenapa tidak dapat bantuan Covid-19, padahal sama terdampak dari adanya Covid-19, saya sebagai kepala desa sudah menjelaskan kepada masyarakat bahwa usulan mekanisme dan aturan bukan Desa yang mengaturnya usulannya banyak tapi dapat sedikit Karen yang mengusulkan bukan cuma Desa Neglasari saja, tapi masyarakat tidak begitu saja paham dan mengerti apa yang saya jelaskan,

Melihat Kondisi masyarakat seperti itu maka melakukan konsultasi dan dilakukanlah musdesus dengan semua unsur Agara gejolak di masyarakat bisa di atasi/di redam. saya yakinkan yang mendapatkan bantuan tersebut masyarakat yang layak mendapatkannya dan terdampak Covid-19. pungkasnya.

Sementara Babinmas Desa Neglasari saat ditemui mengatakan adanya Musdesus yang dilakukan Desa dengan Muspika termasuk TKSK, bahwa pembagian BST di tahap 4 sampai 13 itu di lakukan secara bergulir pada masyarakat yang memang berhak mendapatkan nya, bukan karena inisiatif Kepala Desa apalagi untuk pribadinya. Ucapnya

Ditempat yang sama Supriyanto. Ketua Forum Media LSM Cibeber menambahkan bahwa saya selalu memonitor pembagian BST tersebut, terusterang saya selalu di undang saat desa mau melakukan pembagian bantuan Covid-19 tersebut, saya sendiri menyaksikan tidak adanya pemotongan dari bantuan tersebut.ucapnya

“Bahkan Kepala Desa setiap kali mau melakukan pembagian bantuan tersebut selalu mengatakan ini adalah hak masyarakat, tidak ada pemotongan dari Desa.bahkan Kepala Desa dikasihpun tidak mau menerimanya . Itu kata Kepala Desa saat melakukan sambutan sebelum melakukan pembagian Batua tersebut. pungkasnya.(Hs/Citonk)

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan