Bank OCBC NISP Pematangsiantar Sumatera Utara Diduga Menjual Barang Jaminan Tanpa Sepengetahuan Pemilik

Reporter: Norton Simanullang Kategori: Sumatera Utara
  • Bagikan
Bank OCBC NISP Pematangsiantar Sumatera Utara Diduga Menjual Barang Jaminan Tanpa Sepengetahuan Pemilik

Liputan4.com, Pematangsiantar

Meminjam ke Bank dengan mengagunkan aset seperti sertifikat properti adalah hal lumrah. Ketika usaha lancar dan pembayaran pun sesuai harapan tentu saja tak ada masalah. Namun beda halnya ketika debitur Bank mulai macet membayar. Sakitnya, jaminan itu bisa tergadai begitu saja. Kalau jaminan dijual dengan kesepakatan kedua belah pihak, debitur dan kreditur tentu masih bisa diterima. Ceritanya akan lain ketika jaminan dari debitur dijual begitu saja tanpa sepengetahuan dari kreditur. Ujung ujungnya pasti lah ranah hukum. Hal ini lah yang diduga dilakukan oleh Bank OCBC NISP Cabang Pematangsiantar, Sumatera Utara. Jadi, hati-hati. Nasabah lemah selalu jadi korban.

Permasalahan ini bermula dari ketidakmampuan Chandra Kurniawan, anak kandung dari Oei Seng Gee (62 tahun) melaksanakan kewajibannya kepada Bank OCBC NISP Cabang Pematangsiantar.

Sahata Situmorang SH, Kuasa Hukum dari Oei Seng Gee dalam perjumpaan di sebuah Cafe di Jl Lapangan Bola Atas (18/07/2021) katakan bahwa kliennya merasa sangat dirugikan oleh Bank yang sebelumnya dikenal dengan nama NISP itu.
Menjual barang jaminan tidak dibolehkan, tanpa melalui lelang, tandas Pengacara Siantar ini seraya mengutip Kaidah Hukum Jurisprudensi Mahkamah Agung No. 1400 K/Pdt/2001 tanggal 2 Januari 2003 yang berbunyi: “Barang jaminan hanya dapat dijual melalui lelang. Bank tidak berhak menjual sendiri tanah yang dijaminkan ke bank TANPA SEIJIN pemilik”, jelas Sahata Situmorang.
Maka, bank tidak berhak menjual tanah yang dijaminkan kepada Bank, walaupun ada surat kuasa untuk menjual tanpa seijin atau setau pemilik tanah karena jaminan hanya dapat dijual melalui lelang, lanjut Situmorang.

Selain itu, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada termasuk berdasarkan Putusan Mahkmah Agung No.1361 K/Pdt/2010, yaitu Kreditor (Bank) yang menjual tanah agunan Debitor kredit macet pada Pihak ketiga tanpa melalui lelang umum itu bermasalah secara hukum, kata Situmorang lugas.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Bank OCBC NISP Pematangsiantar di Jl Sutomo bawah no. 35-36, pihak Bank mengatakan akan menelepon balik jurnalis. Tetapi hingga berita ini dinaikkan, tidak ada respon dari bank tertua keempat di Indonesia ini. (Enji)

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
1
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
1
Marah
  • Bagikan