Bahaya Limbah B3 Pada Kesehatan Manusia

blank

Liputan4.com LEBAK – Pembuangan Limbah B3 dari kegiatan industri yang terbuang ke lingkungan akhirnya akan berdampak pada kesehatan manusia. Dampak itu dapat langsung dari sumber ke manusia, misalnya meminum udara yang terkontaminasi atau melalui rantai makanan, seperti memakan ikan yang telah menggandakan (pembesaran biologis) pencemar karena memakan mangsa yang tercemar.

Pada umumnya, bila manusia dan lingkungannya berada dalam keadaan seimbang, maka sisanya berada dalam keadaan sehat. Tetapi karena sesuatu sebab sehingga keseimbangan ini terganggu atau mungkin tidak dapat dicapai, maka dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi kesehatan.

Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3 adalah semua bahan / senyawa baik, cair, maupun gas yang dapat merusak kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat yang dimiliki senyawa tersebut.

Limbah B3 diidentifikasi sebagai bahan kimia dengan satu atau lebih anak:

mudah meledak, mudah Terbakar, bersifat, Reaktif, Racun, penyebab infeksi, bersifat Korosif.
Pembuangan limbah Sembarangan ke lingkungan akan menimbulkan masalah yang tersebar dan menyebar di lingkungan yang luas. Limbah gas terbawa angin dari satu tempat ke tempat lainnya. Limbah cair atau padat yang dibuang ke sungai, dihanyutkan dari hulu sampai jauh ke hilir, melebihi batas-batas wilayah akhirnya bermuara dilaut atau danau, seolah-olah laut atau danau menjadi tong sampah.

Pembuangan limbah sembarangan seperti Fly ash itu banyak mengandung logam berat dan itu sangat berbahaya. Misal 1 ton batubara di bakar dengan kadar abu 10 persen, maka abu batubara yang dihasilkan adalah 100 kg, fly ash itu bagaimana kadar abu batubara, dan juga efisiensi pada mesin boiler dan sistem yang dibangun sangat berpengaruh terhadap jumlah fly ash yang terlepas ke udara bebas,”

Apakah logam berat berbahaya bagi kesehatan manusia?

blank
Sisa limbah yang di buang sembarangan

Sebagaimana dikutip dari indonesian-publichealth.com, dijelaskan ada 4 alasan yang menjadikan logam berat tidak baik berada terlalu banyak di dalam tubuh manusia.

1. Logam berat hasil penambangan dan hasil dari daur ulang dan pembuangan Limbah industry memiliki sifat yang tidak bisa dilebur, Dihancurkan dan diuraikan (Non degradable) oleh jasad renik dan mikroorganisme yang ada didalam tanah, Udara dan perairan. Akibatnya logam logam yang berserakan ditanah, Air dan udara dapat berakumulasi kelingkungan secara bebas dan terbuka hingga melekat pada makanan, Baju, Alat alat rumah tangga, Air sumur untuk mandi. Logam berat dapat mengendap dan menumpuk didalam tanah, Air bahkan berkeliaran diudara sebelum akhirnya melekat pada tempat atau lokasi tertentu.

2. Kandungan logam pada lingkungan dapat mengalami perubahan setiap menitnya terlepas dari sejauh mana pencemaran dilakukan oleh manusia , Karena perubahan iklim atau proses pasca bencana alam. Bahaya logam berat mudah sekali terakumulasi dengan tanah, Air dan udara karena ulah manusia ketimbang perubahan alami dari cuaca yang ekstrim sekalipun.

3. Dalam konsentrasi yang tinggi dan masuk pada organ internal tubuh manusia, Logam berat akan berubah menjadi racun yang bisa merusak semua organ tubuh dengan cepat termasuk keracunan yang kemudia secara cepat dapat menimbulkan rusaknya jaringan penglihatan, Pendengaran, ginjal, Hati, Lambung, Sel darah dan menghancurkan susunan saraf pusat (otak) dan kematian.

4. Apapun jenis logam berat dapat merusak organ tubuh dengan caranya masing masing tetapi memiliki dampak buruk yang berakhir sama jika zat logam berat tersebut masuk dalam tubuh dalam konsentrasi yang sangat tinggi yaitu melebihi dari 5 mg. Kondisi itu dapat menyebabkan munculnya bahaya logam berat berupa serangan koma atau Kematian. Sedikit Ulasan terkait bahaya Limbah B3.(Hs/Citonk)


Print Friendly and PDF

Tinggalkan Balasan