Aset BUMK Kecamatan Langkahan Diduga Terdapat Keanehan dan Penyimpangan

  • Bagikan
Aset BUMK Kecamatan Langkahan Diduga Terdapat Keanehan dan Penyimpangan

Liputan4.com kamis 01/04/2021
Sejumlah warga pertanyakan tentang kejelasan aset Badan Usaha Milik Bersama(BUMK) Kecamatan Langkahan. Setelah dua tahun berjalan dalam pengelolaan tidak transparan bahkan sebagian warga menuding pengelolaan BUMB tersebut hanya menguntungkan oknum-oknum tertentu untuk memperkaya diri.

Issu miring dan dugaan penyelewengan aset BUMK yang dikelola oleh Forum Keuchik kian merebak, soal nya berdasarkan informasi penyerahan aset BUMK dari Ketua Forum Keuchik lama Hamdani kepada Ketua Forum Keuchik Langkahan yang baru Abdullah selain satu unit Combine(Alat pemotong padi) saat ini informasi sudah rusak dan uang dalam tabungan rekening sebesar Rp 25.000.000,

Kondisi tersebut telah memunculkan kecurigaan sejumlah pihak, berdasarkan pengakuan beberapa Kepala Desa/Keuchik kepada media ini 29/03 dari dana pernyertaan modal Rp 35 juta yang disetor dari 23 Desa se Kecamatan Langkahan bersumber alokasi BUMG(Badan Usaha Milik Gampong) dengan jumlah total penyertaan modal Rp 805.000.000, Pihak BUMB hanya membeli satu unit Combine, bila dilihat harga katalog merek yanmar paling tinggi harga sebesar Rp 535.000.000.

Dalam beberapa hari terakhir pengakuan keuchik yang tak ingin disebut namanya mengatakan bahwa pihak BUMG menjanjikan akan memberikan keuntungan setiap Desa Rp 2,5, namun sebagian Keuchik menolaknya karena jumlah keuntungan tidak sepada dengan nilai penyertaan modal yang disetorkan sebesar Rp 35 juta.

Ada disampaikan oleh pengelola BUMB untuk memberikan keuntungan sebesar Rp 2,5 juta, tapi saya menolak nya, karena tak sebanding keuntungan dengan modal yang kita setorkan, ujar Keuchik tersebut.

Selanjutnya kata Keuchik tersebut pengelolaan dana BUMK sudah 2 tahun, lagian uang yang ada sama Ketua Forum sebesar Rp 25 juta, sementara jika dihitung 23 Desa dikalikan Rp.2,5 juta maka jumlah uang yang harus ada sebesar Rp 55.000.000, sebutnya.

Akibat tidak jelas dan transparan dalam pengelolaan BUMG beberapa Keuchik sangat menyangkan dan meminta untuk menyampaikan laporan, jika tidak kita minta pihak penegak hukum mengauditnya, karena uang penyertaan modal itu kita ambil dari modal BUMG, tegasnya.

Abdullah Ketua Forum Keuchik saat di konfirmasi Media ini membenarkan bahwa pengelola lama BUMK telah menyerahkan aset satu unit Combine dan uang non tunai Rp 25 juta dalam buku rekening.

Dibawah pengelolaan saya baru satu kali panen padi, jadi nanti akan kita sampaikan laporan, ucap Abdullah.

Selanjutnya Abdullah mengakui bahwa kondisi combine saat ini dalam kondisi rusak, pungkasnya.

Reporter Saif Aceh

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
2
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
1
Marah
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Subang Macet 9km

149
4
0

Isi BBM Modus Pakai Tengki Mobil Ternyata Di Dalamnya Jerigen

70
0
1

Pekerja Bangunan Di PT IIS Sempat Berkata Di Warung ,Katanya Ini Makan Terakhir Ku.

24
0
0

@LIPUTAN4 TV 1442H.

11
0
0
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur