PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Alasan Indisipliner Persipura Jayapura Resmi Lepas Boas Salosa

Pewarta: Abdul Mutakim Topik: Olahraga, Papua
  • Bagikan
Alasan Indisipliner Persipura Jayapura Resmi Lepas Boas Salosa
Boas Salosa, Pemain Sepak Bola Team Persipura Jayapura || Dok/ Foto: Google || Penulis: Abdul Mutakim

Liputan4.com, JAYAPURA | Menjelang digelarnya Liga 1 2021 Persipura Jayapura resmi melepas Boaz Solossa karena alasan indisipliner pada Senin (05/07) malam. Selain Boaz, Persipura juga mendepak Yustinus Pae.

Hal tersebut disampaikan oleh Benhur Tomi Mano selaku Ketua Umum Persipura melalui rilis resmi di mesia sosial Instagram dengan akun @persipurapapua1963 (05/07) malam.

Benhur Tomi Mano mengatakan bahwa pihaknya melepas Boaz dan Yustinus bukan karena memiliki masalah dengan kedua pemain tersebut.

“Mereka adalah anak-anak kami dan adik-adik kami. Ini murni kebijakan manajemen dan masukan para pelatih atas pelanggaran atau tindakan indisipliner,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano menyebutkan bahwa pengumuman ini akan disampaikan pada Selasa (06/07). Akan tetapi, guna menghindari isu yang beredar berkembang lebih buruk, pengumuman tersebut dipercepat pada Senin malam.

“Kami juga putuskan untuk menyampaikan penjelaskan dan keputusan ini ke publik karena sudah begitu banyak isu dan tuduhan yang berkembang di media sosial, padahal manajemen belum bicara apapun,” ucapnya

Menurut Tomi Mano keputusan melepas Boaz Solossa dan Yustinus Pae diambil bersama-sama dan melalui proses kehati-hatian.

“Keputusan kami memulangkan Bochi dan Tipa, adalah keputusan seluruh Manajemen dan masukan dari berbagai pihak yang terlibat langsung di dalam tim, dan waktu itu kami meminta manajer, direktur utama dan pelatih untuk sampaikan keputusan itu kepada mereka berdua di Hotel Kartika Chandra Jakarta,” kata Tomi Mano.

Ia  juga menjelaskan alasan tidak memberikan keterangan kepada media selamam beberapa hari terakhir.

“Karena Manajemen juga sudah sepakat untuk tidak mengumbar hal ini ke media, banyak yang jadi pertimbangan kami saat itu, salah satunya status Bochi yang juga sebagai Duta PON, dan saat itu sedang ramai polemik terkait Icon PON,” tutur Tomi Mano.

Tomi Mano mengatakan bahwa pihaknya khawatir ada dampak lain kalau ini tersebar di media, sehingga ia tidak menginginkan publik mengetahui hal tersebut.

“Karena ini bukan hal yang positif, kami tetap berusaha jaga nama baik mereka sebagai seorang profesional, biarlah ini menjadi konsumsi internal kami saja, kami hargai mereka berdua sebagai bagian penting dari sejarah dan prestasi tim ini,” ucap Tomi Mano. (Akim)

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan