Aksi Sosial IKA Planologi Undip Bersama Warga Bersih-Bersih dan Konsolidasi Tanah di Kampung Bugisan

Aksi Sosial Ika Planologi Undip Bersama Warga Bersih-Bersih Dan Konsolidasi Tanah Di Kampung Bugisan

Liputan4.com 18/09/2022
Kota Pekalongan –
Aktivitis Ikatan Planologi Universitas Diponegoro (IKA Planologi Undip) Semarang berkolaborasi dengan jajaran dinas terkait, perangkat Kecamatan Utara dan Kelurahan Panjang Wetan serta warga melakukan aksi sosial berupa bersih-bersih lingkungan dan konsolidasi tanah, berlangsung di Kampung Bugisan, Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Minggu (18/9/2022). Kegiatan ini dimaksudkan demi kepentingan pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup atau pemeliharaan sumber daya alam, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Panitia Aksi Bersih Lingkungan Kampung Bugisan sekaligus Tim Konsolidasi Tanah Kementerian ATR/BPN, Andrias Eko Wicaksono menjelaskan bahwa, kegiatan aksi sosial ini dilaksanakan bertepatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Ikatan Alumni Planologi Undip Semarang dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan indah. Mengingat, Kampung Bugisan Panjang Wetan ini masuk dalam salah satu wilayah kumuh dalam Surat Keputusan (SK) Kumuh Walikota Pekalongan.


“Sehingga, kami melaksanakan kegiatan bersih sungai, karena disini wilayahnya sering terdampak banjir dan rob dan berbatasan langsung dengan Sungai Lodji yang kerap meluap,” ucap Andrias.

Menurutnya, adanya aksi ini juga mampu mendekatkan diri dan mengedukasi warga setempat untuk lebih peduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Adapun sampah yang memenuhi selokan maupun sungai secara bergotong-royong dibersihkan. Program konsolidasi tanah ini didasarkan pada SK kumuh Walikota yang salah satunya dilihat dari aspek persampahan. Lanjutnya, dalam kegiatan yang dimulai pada pagi hari ini, ada 3 titik lokasi yang disasar yakni Kampung Bugisan RT 3, 4 dan 5. Warga yang berhasil mengumpulkan sampah dari aksi bersih-bersih ini pun diberikan sejumlah doorprize yang telah disediakan oleh panitia sebagai bentuk apresiasi keikutsertaannya.

” Pada kegiatan hari ini diikuti sekitar 50 orang baik dari Ikatan Alumni Planologi Undip, perangkat kecamatan, perangkat kelurahan, dan warga setempat. Alhamdulillah antusias mereka sangat luar biasa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Andrias menjelaskan bahwa, dalam Peringatan HUT IKA Planologi Undip ini ada 3 lokasi wilayah yang ditunjuk sebagai pilot project yakni Pontianak, Jakarta, dan Kota Pekalongan, dimana kegiatan peringatan ini akan dilaksanakan hingga pekan depan sebagai sumbangsih para Ikatan Alumni Planologi Undip yang akan berusia 30 tahun.
Sebelumnya, kegiatan aksi bersih lingkungan juga sudah dilakukan di Perumahan Graha Naya Buaran yang lokasinya berada di sekitar aliran Sungai Bremi pada pekan akhir Bulan Agustus 2022 lalu dan dihadiri oleh Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid.

“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa lebih aware dan peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar, salah satunya tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Salah satu warga RT 4 Kampung Bugisan, Cipto Raharjo yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini mengaku senang dan menyambut baik atas inisiasi Alumni Ikatan Planologi Undip dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan tertata rapi.

“Saya senang sekali karena lingkungan tempat tinggal kami bisa bersih, terutama sampah-sampah yang terbawa dari sungai dan masuk ke selokan bisa dibersihkan bersama-sama sehingga aliran air bisa berjalan lancar dan bisa mengurangi dampak banjir dan rob,” beber Cipto.

Cipto mengungkapkan, kondisi di Kampung Bugisan selama ini sering dilanda banjir rob setiap hari sehingga membuat jalan di kawasan tersebut terlihat kumuh sekali, tergenang air hingga berlumut. Pihaknya mengaku dalam kegiatan ini berhasil mengumpulkan satu kantong plastik berisikan 14,5 kg sampah.

“Kegiatan bersih-bersih yang dilakukan warga sendiri selama ini belum maksimal, dan belum begitu rutin. Kalau dilihat saluran airnya sudah terlalu dangkal baru kerja bakti, lumpurnya dibuang ke tempat tanah-tanah yang masih kosong,” tandasnya.