News  

Akibat Hujan, Ruas jalan di kelurahan TDM tergenang Air

Kupang, Liputan 4.com- Hujan sepanjang hari (23/01/20) di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan banjir di sejumlah ruas jalan.
Seperti di Jl. TDM Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Akibat tidak adanya drainase di kiri kanan jalan, banjir pun mengalir di sepanjang ruas jalan.

Bahkan di sejumlah titik terbentuk genangan air, yang mengganggu arus lalu lintas.


Tidak hanya itu, sampah dan kerikil pun ikut berseliweran di badan jalan dibawa banjir.

“ketiadaan drainase di ruas jalan tersebut mengakibatkan air tergenang, Ya lihat sendiri, drainase di pinggir jalan tidak ada, jadi airnya pasti tergenang, sesuai pengamatan reporter liputan 4, di dekat lokasi genangan (23/01/20).”

Pengendara sepeda motor tampak sangat berhati-hati saat melintas di ruas jalan tersebut karena ada banyak kerikil dan jalan berlubang yang tidak terlihat.

Seperti yang beritakan POS-KUPANG.COM, Rabu (9/1/2019) Lurah TDM, Imanuel Ully kepada POS-KUPANG.COM menjelaskan bahwa beberapa titik di wilayah TDM memang rawan terjadi banjir. Tidak hanya di Jalan, tapi juga di pemukiman warga.
Ia menjelaskan, saat terjadi hujan, air dari arah Oebufu, melalui Jl. Soverdi sering mengalir ke ruas jalan TDM yang posisinya lebih rendah. Selain itu drainase di ruas Jl. TDM belum ada.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Itulah yang mengapa setiap kali hujan, ruas jalan TDM sering terjadi banjir atau tergenang air,” ungkap Imanuel.
Lurah yang baru dilantik Desember 2018 ini, menjelaskan, pihaknya akan berupaya agar persoalan banjir di TDM bisa diatasi.

“Yah kita akan berupaya, bagaimana mengatasi persoalan itu, demi kenyamanan dan keamanan warga,” ungkapnya.

Lanjutnya, soal drainase merupakan kebijakan pemerintah provinsi, tapi mereka akan mengusulkan pembuatan sistem drainase di TDM melalui Musrenbang yang akan diadakan dalam waktu dekat ini.

“Yah kita harus proaktif, mengusulkan persoalan kita, karena ini menyangkut soal kepentingan, keamanan dan kenyamanan masyarakat,”ujarnya.

Tetapi tindakan dan usulan itu belum direalisasikan, nyanyatanya sampai hari ini, draninase kiri kanan badan jalan belum ada.

Saya berharap agar lurah TDM segera mengusulkan secepatnya, agar tidak menimbulkan kesan tidak baik bagi orang yang melihat kejadian ini dan juga pemerintah provinsi NTT perlu melihat langsung apa yang terjadi, ujar, Army Daur, salah satu mahasiswa di Universitas Nusa Cendana Kupang,kepada liputan 4, (23/01/20).