Ada Warga Warakas Positif Corona, Tokoh Masyarakat Tanjung Priok Kirim Bantuan 18 Paket Herbavid

Ada Warga Warakas Positif Corona, Tokoh Masyarakat Tanjung Priok Kirim Bantuan 18 Paket Herbavid

Jakarta-Warga RW 007 Kelurahan Warakas Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, digemparkan dengan salah seorang warganya yang positif terinfeksi covid 19.

A, salah seorang warga yang bermukim di Jalan Warakas V Gang 3 RT 009, positif terinfeksi Corona dari tempatnya bekerja.


Lokasi rumah A sendiri dekat dengan kediaman Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik, dan tokoh masyarakat Tanjung Priok yang juga Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto.

"Karena dia tetangga, maka saya segera menghubungi Sufmi Dasco Ahmad (wakil ketua DPR, red) untuk meminta bantuan pasokan Herbavid-19. Oleh Dasco dikirimi 18 paket," kata Sugiyanto

Herbavid-19 adalah jamu herbal yang dikonsumsi Dasco saat dinyatakan positif Covid-19, dan saat ini politisi Gerindra itu telah dinyatakan sembuh.

"Ke-18 paket itu diberikan kepada A yang saat ini sudah dirawat dan diisolasi di rumah sakit, dan untuk keluarganya yang saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Satu paket berisi 14 kantong Herbavid, dipakai pagi dan malam selama 7 hari," jelas aktivis yang akrab disapa SGY itu.

Dari keterangan Ketua RW 007 Kelurahan Warakas, Isdianto, diketahui kalau warga berinisial A itu diduga terinfeksi Covid-19 di tempat kerjanya, di PT Indofood Sukses Makmur,  Ancol, Jakarta Utara, karena pada 28 April lalu, saat tengah bekerja, A memperlihatkan gejala terinfeksi virus asal China tersebut, dan oleh pihak Indofood langsung dibawa ke RS Royal Progres.

"Hasil tesnya baru diketahui Sabtu (2/5), dan dia dinyatakan positif Covid-19," imbuh Isdianto.

Ketua RW 007 Warakas ini mengakui kalau ketika A memberitahu bahwa ia positif terinfeksi virus yang menular dari manusia ke manusia itu, ia sempat tak percaya dan meminta A memotret hasil tes itu, dan dikirimkan kepadanya. Begitu yakin A memang terinfeksi, ia langsung meminta keluarga A untuk mengantar lajang berusia 28 tahun itu ke RS Hermina Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk menjalani perawatan dan isolasi.

"A ke RS Hermina dengan dikawal empat orang keluarganya. Dia berangkat dengan mengemudikan motornya sendiri, tidak berboncengan," jelasnya.

Isdianto mengakui, kasus A ini membuat warganya geger, resah dan panik, namun kata dia, warganya telah diimbau untuk tenang.

"Untuk keluarga A yang berjumlah 17 orang, kita sudah meminta mereka untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jadi, dalam jangka waktu itu keluarga A tidak boleh keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain. Untuk pemenuhan kebutuhan sehari-harinya sedang dicarikan solusi," katanya.

Sedang untuk warga di sekitar rumah A, terutama yang berada di sebelah kiri dan kanan, kata Isdianto, juga sudah diminta melakukan isolasi mandiri, meski bukan isolasi total seperti keluarga A. Mereka juga diminta untuk sering-sering cuci tangan dan jangan menyentuh pagar.

"Keluarga A saat ini sedang dijadwalkan untuk menjalani rapid test. Penjadwalannya dilakukan oleh pihak kecamatan," kata Isdianto lagi.

Ketua RW 007 Warakas ini mengakui, sejauh ini di antara ke-17 keluarga A belum ada yang menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19, namun yang mengkhawatirkan, di antara anggota keluarga itu ada yang menderita gagal ginjal sehingga harus cuci darah secara rutin, dan ada yang menderita parkinson.

"Untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 dari A ke warga sekiitar, wilayah RW 007 Warakas, khususnya Jalan Warakas V Gang 3, telah disemprot disinfektan," imbuh Isdianto.

Dari 18 paket Herbavid-19 yang dikirimkan Dasco, saat Isdianto ditelepon sudah tiba tiga paket. Oleh SGY, Herbavid-19 itu diserahkan kepada Isdianto dengan disaksikan Lurah Warakas Makhrus Nugroho.

"Ini nanti akan diberikan kepada A dan keluarganya," tutup Isdianto.

[zombify_post]