ADA CORONA, TUNDA PESTA NIKAH DULU !

Ada Corona, Tunda Pesta Nikah Dulu !

Laantula Jaya Morowali, Liputan4.com – SURAT Edaran  Kemenag RI No. 5 Tahun 2020 dan Surat Edaran Dirjen Bimais Kemenag RI P-003/Dj.III/HK. 007/03/2020 memiliki point utama untuk menunda sementara pelaksanaan pernikahan demi mencegah penyebaran wabah Covid-19.


Perihal tersebut kemudian menjadi dasar bagi Kantor Urusan Agama (KUA) untuk tidak melayani prosesi pernikahan seperti biasanya.

Tak terkecuali KUA Kecamatan Witaponda Kabupaten Morowali. Nanang Zainul Arif, Kepala KUA setempat yang ditemui media ini dikantornya di Desa Laantula Jaya  mengatakan bahwa pihaknya tunduk sepenuhnya pada Surat Edaran dimaksud.

"Kita mengikuti dan menjalankan apa yang diperintahkan. Surat Edaran itu sudah sangat jelas dan kita berlakukan juga diwilayah ini," terang Nanang.

Menanggapi adanya sentilan issu yang beredar bahwa selama wabah Covid-19 dibolehkan menikah siri karena akan di isbat massal nantinya, Nanang memberikan bantahan.

"Di media ini pula pernah saya sampaikan bahwa nikah siri itu tidak sah. Jadi tidak pernah kami menghimbau untuk menikah siri meskipun dalam keadaan wabah seperti ini. Itu tidak diperbolehkan, tidak sah," tegas Nanang.

Nanang melanjutkan bahwa semua proses pernikahan yang tidak prosedural dianggap tidak resmi dan harus menikah ulang.

"Nikah resmi itu adalah yang prosedural yakni yang sesuai dengan aturan yang ada. Diluar dari itu adalah tidak resmi. Jadi kalau mau punya buku nikah yah harus menikah resmi sesuai prosedur," tambah Nanang.

Nanang juga menegaskan bahwa Isbat  hanya bisa dilakukan apabila usia pernikahan yang tidak resmi itu sudah mencapai 5 tahun ke atas.

"Isbat itu ada aturannya, tidak boleh suka-suka. Jadi, kalau mau menikah harus prosedural. Karena sekarang lagi wabah, maka saya sarankan untuk mengikuti ketentuan yang ada, patuhi aturan agar kita semua terhindar dari penyakit," tutur Nanang.

Meskipun demikian, bagi calon pengantin yang sudah mendaftarkan pernikahannya di KUA sebelum tanggal 01 April 2020 masih dilayani untuk menikah oleh KUA sebab masa berlaku awal dari Surat Edaran instansi terkait adalah pertanggal 1 April 2020.

"Yang sudah mendaftar dibawah tanggal 1 April masih dilayani. Tapi yang 1 April ke atas belum bisa dilayani sesuai Surat Edaran yang ada. Jadi demi mencegah penyebaran Covid-19 adalah penting untuk mematuhi instruksi yang ada," pungkas Nanang. #(Lipu4Morowali)

[zombify_post]