Acara Haul Syekh Jalalaudin Rumi di Komplek Pondok Pesantren Daarul Fallah Pecahkan Rekor MURI

Acara Haul Syekh Jalalaudin Rumi Di Komplek Pondok Pesantren Daarul Fallah Pecahkan Rekor Muri

Acara Haul Syekh Jalalaudin Rumi Di Komplek Pondok Pesantren Daarul Fallah Pecahkan Rekor Muri

LIPUTAN4.COM, Pergantian tahun baru 2002 telah berlangsung secara meriah, khidmat dan keramat karena suguhan beberapa pementasan kesenian yang ditampilkan dalam rangkaian acara Haul Syekh Jalalaudin Rumi yang berlangsung di Komplek Pondok Pesantren Daarul Fallah, Sendang Sari, Kec. Toroh, Grobogan.


Abah KH. Muhammad Ghufron selaku pengasuh Pondok Pesantren menyampaikan, acara ini adalah dalam rangka haul Syekh Jalaludin Rumi sekaligus memperingati pergantian tahun baru 2022.
Acara ini adalah untuk memecahkan rekor MURI yaitu tarian Sufi selama 24 Jam yang dimulai sejak penghujung tahun 2021 yaitu hari Jumat 31 Desember 2021 pukul 00.00 WIB secara nonstop hingga berakhir pada puncak memasuki tahun baru 2002 yaitu Hari Sabtu 1 tahun 2022.
Acara Haul Syekh Jalalaudin Rumi Di Komplek Pondok Pesantren Daarul Fallah Pecahkan Rekor Muri

Gus Mbodho panggilan akrab KH. Muhammad Ghufron menyampaikan para penari sufi berjumlah 99 orang penari yang merupakan santri dari PP Daarul Fallah yang selama ini rutin melakukan latihan dan merupakan bagian materi pelajan yang di berikan didalam Pesantren.

Para penari sufi menari secara berputar putar secara bergantian selama 24 Jam nonstop. Tarian sufi sendiri adalah
tarian yang berasal dari Turki ini yang dikenal dengan sebutan whirling dervishes, dimana tarian yang berputar-putar ini dianggap penuh makna karena sebagai bagian dari meditasi diri sehingga para penari sufi bisa berputar-putar dalam waktu yang lama tanpa harus merasa pusing.
Acara Haul Syekh Jalalaudin Rumi Di Komplek Pondok Pesantren Daarul Fallah Pecahkan Rekor Muri

Menurut Gus Mbodo tarian Sufi sering identik dengan Syekh Jalaludin Rumi karena memang beliulah yang pertama kali menciptakan. Syekh Rumi terkenal sebagai seorang tokoh sufi dan penyair legendaris yang berasal dari Persia.

Gus Ganung pengasuh Padepokan Suwuk Nusantara, selaku panitia yang juga adik kandung dari Gus Mbodo menyampaikan selama 24 jam diantara iringan tarian sufi maka juga ditampilkan beberapa pementasan kesenian seperti Pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Gus Mbodo. Dalam gelaran wayang tersebut mengambil tema Pandowo Dadu, Wahyu Darmo dan Salyo Gugur yang dikemas dalam satu lakon pementasan. Wayang ini adalah kreasi dari Gus Mbodo yang dapat dipentaskan secara jenaka namun tetap artistik dengan kandungan dakwah tentang nilai nilai Islam kontemporer.

Selain itu di pentaskan pula berbagai kesenian dari para santri dari PP Daarul Fallah yang meliputi teater, drama, puisi hingga lawak ludruk.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat maka halaman Pondok Pesanten Darul Fallah penuh dihadiri oleh jamaah yang terdiri dari para wali murid santri yang berasal dari berbagai daerah serta dihadiri pula oleh beberapa tokoh yang berasal dari Kabupaten Grobogan.

Dipuncak acara bersama iringan tarian sufi sebelum kembang api dinyalakan maka Gus Mbodo didampingi Gus Ganung menyampaikan pesan kepada santri santri dan kepada pengunjung, yaitu akhir tahun ini kita harus introspeksi diri. Bahwa tahun baru harus lebih baik daripada tahun sebelumnya karena hidup ini merupakan suatu perjalanan dan harapan yang baik. Saya adalah tonggak yang akan memberikan harapan dan memotivasi kamu untuk terus maju. Semoga tahun baru ini kita semua diliputi kebahagiaan dan kesuksesan dalam lautan Ridlo dari Allah SWT.

Sementara Gus Ganung menyampaikan pesan waktu terus berjalan, lembaran demi lembaran sudah terisi, coretan demi coretan sudah menghiasi tahun ini. Terkadang tak bermakna dan terkadang juga banyak makna. Semoga di tahun baru ini setiap lembarannya punya makna dan manfaat. Selamat Tahun Baru, semoga ditahun baru 2022 ini kita semua mendapatkan Rahmat dan Ridlo dari Allah SWT.

Print Friendly, Pdf & Email