PPDB KOTA MEDAN 2022

ABDUL AZIS MUSLIM, S.H: SAYA ADA UNTUK MELAYANI

Abdul Azis Muslim, S.h: Saya Ada Untuk Melayani

LIPUTAN4.COM, JAKARTA – Seorang filsuf besar asal Prancis, Rene Descartes, pernah mengatakan, “Cogito ergo Sum, saya berpikir maka saya ada. Berpikir atau rasionalitas itu kemudian menjadi landasan peradaban modern atau modernisme. Tekanan berlebihan pada sisi “berpikir” manusia mendatangkan juga kemuraman hidup: aneka pembantaian manusia (Perang Dunia I, II, atau peristiwa Auschwitz) dan peminggiran manusia. Manusia perlu mengembangkan dimensi “rasa” yang ada dalam dirinya. Rasa itu empati dan cinta tanpa syarat. Rasa itu melayani sesama tanpa henti.

Politik menjadi panggung terbuka untuk mengekspresikan rasa itu. Bagi anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Abdul Azis Muslim, keberadaannya sebagai anggota Dewan merupakan tugas untuk melayani warga masyarakat. Panggilan untuk melayani sesama itu sudah berakar dalam diri dan pengalaman hidupnya, sejak ia merangkak dari bawah. “Saya ingin membantu sesama, warga, masyarakat. Itu sudah tertanam lama di hati saya,” tutur Abdul Aziz Muslim, jujur.


Karier politiknya mulai dari bawah. Azis suka membantu sesama. Itu terlihat saat ia menjadi Ketua RT, Ketua RW, sebagai Satpam, menjadi anggota legislatif DKI Jakarta, menjadi Sekretaris Fraksi Partai Nasdem DKI Jakarta, Pembina Forum Betawi Rempug Kelabang Merah dan Perguruan Dasa Daya, dan Ketua Pengurus Besar Jujitsu DKI Jakarta yang sukses memperoleh medali terbanyak pada PON XX Papua, 2021.

Ditemui di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Azis menjawab beberapa pertanyaan wartawan. Berikut, petikannya:

Bagaimana Anda melihat tugas Anda sebagai anggota Dewan, saat ini?

Kebetulan saya anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi NasDem, duduk di Komisi E. Sejak duduk di Dewan, saya ingin membantu warga masyarakat Jakarta. Ada banyak masalah yang dihadapi dan dikeluhkan masyarakat. Terkadang masalah itu mudah saja, namun dibikin jadi sulit. Tugas saya sebagai anggota Dewan adalah meluruskan dan mempermudah, apapun itu keluhan masyarakat. Saya berusaha membantu pengaduan masyarakat kepada saya. Semoga dengan keberadaan saya sebagai anggota DPRD ini, saya bisa melayani masyarakat dan bantuan itu berguna bagi warga masyarakat.

Yang kedua, saya ingin bantu membangun kampung: pengecoran jalan, saluran air, dll. Bagaimana aspirasi masyarakat ini mau didengar kalau anggota Dewannya tak turun ke lapangan, apalagi situasi covid-19 saat ini. Masyarakat butuh kehadiran anggota Dewan.

Apakah Anda merealisasi janji politik Anda pada masyarakat yang memilih Anda?

Saya anggota Dewan yang selalu berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat. Saya turun membantu masyarakat. Memang ini janji saya ketika saya menjadi Dewan. Kenapa saya lakukan ini, memang dari tahun 2000, sebelum saya masuk partai, saya sudah lama terlibat di dalam kegiatan sosial pada saat saya menjadi Ketua RT, Ketua RW, atau sebagai Satpam. Pada saat saya jadi Ketua RT, Ketua RW, dan juga sebagai Pembina FBR Korwil Jakart Barat,semua pelayanan saya gratiskan, tanpa melihat suku, ras, agama.

Pada 2017 saya mengundurkan diri. Bekal pengalaman itu saya pakai untuk pelayanan yang lebih besar lagi. Ternyata, ini menjadi berkat bagi saya saat ketika terpilih menjadi anggota Dewan. Luar biasa sekali, seorang Satpam bisa menjadi anggota Dewan. Saya ini Satpam. Sampai saat ini, saya menjadi Satpam di sini. Ini berkah doa-doa dari warga masyarakat yang memang saya pernah bantu.

Ketika saya membantu orang, saya hanya bilang tolong doakan saya dan tim saya agar tetap sehat. Ketika saya sehat, saya bisa membantu warga. Itu yang selalu saya ucapkan. Ada rasa bangga bisa membantu warga masyarakat. Setiap hari, di “Rumah Aspirasi Abdul Azis Muslim” ini, ada sekitar 10 sampai 20 orang datang minta permasalahan mereka dibantu. Atas nama pribadi dan Rumah Aspirasi dan anggota Dewan, saya tetap membantu warga masyarakat, apapun masalah mereka.

Apa aspirasi warga yang paling sering Anda terima?

Banyak warga minta pembenahan jalan, yang sudah puluhan tahun dibiarkan rusak dan menghambat kelancaran transportasi masyarakat. Panjang jalan itu bermacam-macam, yang diminta untuk diperbaiki. Jalan dan saluran airnya. Kita bantu selalu. Selain itu, di wilayah-wilayah, ada permintaan agar bagaimana anak muda tidak terjerumus dalam perilaku negatif. Saya bikin kegiatan olahraga untuk mereka, sepak bola, tenis meja. Alhamdulillah saya didaulat menjadi pembina Karang Taruna di Jakarta Barat. Saya terus memberi motivasi kepada mereka. Jangan berkecil hati. Masa depan masih panjang. Lihat saya, seorang dari bawah, seorang Satpam saja bisa. Kita berdoa sama Tuhan. Kenapa dia bisa, saya tidak. Pokoknya harus berusaha, yakin.

Kenapa memilih masuk partai?

Saat jadi ketua RT, ketua RW, saya hanya bisa bantu orang lokal, sekitar saya saja. Saya melihat sosok Surya Paloh, saat dia berorasi, muncul kesadaran dalam diri saya, bahwa saya harus masuk partai untuk bisa melakukan banyak hal kepada masyarakat, yang lebih luas lagi. Dalam hati kecil saya, ada niat membantu masyarakat dengan masuk Partai NasDem. Pada 2014 saya calonkan diri, kemudian saya dapat PAW (Pergantian Antar Waktu) di 2018. Pada 2019 saya terpilih langsung. Bekal saya adalah sikap baik kepada masyarakat. Setiap hari saya di Dewan in menjadi momen pelayanan bagi masyarakat. Jadi, pelayanan saya itu luas, bukan hanya di dapil melainkan seluruh DKI Jakarta. Motto saya: Bantu saudara dan bangun kampung. * (Rika)

Print Friendly, Pdf & Email