PPDB KOTA MEDAN 2022

Serius!!, 5 Provinsi Ini Alami Kenaikan Kasus Covid-19 Signifikan

Serius!!, 5 Provinsi Ini Alami Kenaikan Kasus Covid-19 Signifikan
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Mohammad Syahril

JAKARTA | Lima provinsi di Indonesia mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan di mana terjadi sejak 10 Juni 2022 hingga saat ini. Hal itu diutarakan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Mohammad Syahril, Kamis (16/6/2022).

“Kenaikan kasus Covid-19 terjadi sejak 10 Juni 2022, ada 627 kasus. Tiga hari kemudian sempat turun, dan sekarang naik lagi ke 1.242 kasus,” katanya saat menjawab pertanyaan Liputan4.com pada acara dialog “Awas, Omicron Kembali Mengintai Indonesia” secara virtual yang digelar Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Kamis (16/6/2022).


dr Syahril mengatakan lima provinsi dengan angka kasus tertinggi secara nasional di antaranya Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Syahril yang juga menjabat sebagai Direktur RSPI Sulianti Saroso menyebut penyebab utama kenaikan kasus adalah kemunculan varian baru Covid-19 yang menjadi bagian dari dinamika pandemi.

“Kenaikan kasus yang mungkin terjadi saat ini dipengaruhi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Kita tetap kendalikan, jangan sampai seperti kejadian lalu karena Delta dan Omicron,” ujarnya.

Pasien Sembuh
dr Syahril juga menjelaskan seluruh pasien yakni 20 orang yang terinfeksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia dinyatakan sembuh setelah melalui gejala ringan.

“Kecuali satu orang pasien perempuan umur 20 tahun di Jakarta ada keluhan sesak napas, sehingga masuk kategori sakit sedang,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sampai dengan 14 Juni 2022 total kasus Omicron BA.4 dan BA.5 yang telah diidentifikasi mencapai 20 kasus. Dengan perincian dua kasus terinfeksi BA.4 dan 18 kasus terpapar BA.5.

Berdasarkan domisili, lanjut Syahril, tiga warga negara asing (WNA) berada di Bali dan sisanya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) masing-masing di Banten satu orang, Jakarta empat orang, Jawa Barat 12 orang. Sebagian pasien ada yang belum menerima suntikan dosis booster atau penguat.

“Sebanyak delapan orang adalah pasien laki-laki dan 12 lainnya pasien perempuan. Yang dirawat inap satu orang dan rawat jalan 19 orang,” katanya.

Berdasarkan tingkat keparahannya, kata Syahril, sebanyak 16 bergejala ringan dan empat lainnya tidak bergejala. “Kasus di Jawa Barat merupakan klaster di keluarga sebanyak tiga klaster,” ujarnya.

Menurut Syahril, per hari ini seluruh pasien tersebut telah dinyatakan sembuh dan bisa dipulangkan.

Ia mengatakan Kemenkes masih mengumpulkan laporan dari hasil penelitian Whole Genome Sequencing (WGS) dari lima provinsi yang sedang mengalami tren kenaikan kasus untuk melacak transmisi virus dari pasien sembuh tersebut. Provinsi yang dimaksud adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menurut Syahril, pemerintah berkewajiban memeriksa WGS agar seluruh pasien Covid-19 yang meningkat saat ini terpapar subvarian baru atau varian lama.

“Itu dilakukan WGS untuk pastikan apakah pasien itu sudah semuanya subvarian BA.4, BA.5 atau campuran,” pungkas dia.

(Tim/Red)

Print Friendly, Pdf & Email