3 Anggota GRANAT Diintimidasi Dan Dianiaya OTK Di Paluta

3 Anggota Granat Diintimidasi Dan Dianiaya Otk Di Paluta

Liputan4.Com PALUTA – Informasinya telah terjadi peristiwa penganiayaan terhadap 3 anggota GRANAT (Gerakan Anti Narkotika Nasional) Kosik Putih, Kecamatan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan 5 orang warga desa setempat pada hari, Sabtu ( 6 /11/ 2021 ) lalu.

Hal itu dibenarkan Ketua DPC GRANAT Paluta Drs Irwansyah Harahap didampingi Sekretarisnya Riski Romadonsyah Harahap saat dikonfirmasi metro-online, Kamis (11/11/2021) di Sapadia Hotel Gunungtua usai mendampingi anggotanya membuat laporan resmi ke Polsek Padangbolak resort Tapanuli Selatan (Tapsel).


Iya benar anggota kita sudah membuat laporan resmi ke Mapolsek dan kami yakin, mitra kami polsek Padangbolak akan menangani kasus ini dengan sigap dan profesional,\”kata Ketua DPC GRANAT Paluta Drs Irwansyah.

Adapun tanda bukti laporan yang ditunjukkan Ketua DPC GRANAT Paluta Drs Irwansyah dengan nomor : LP/ 198 /XI/ 2021/SU/Tapsel /TPS BOLAK, tertanggal 09 Nopember 2021.

Salah satu saksi warga Desa Kosek Putih, inisial S menceritakan, berawal saat kedelapan orang warga Desa Kosek Putih tersebut termasuk anggota GRANAT Paluta, dipanggil oleh Hary yakni menantu dari seorang pemilik kebun kelapa sawit yang juga warga desa setempat bernama Sudarmo, untuk datang ke tengah kebun milik Sudarmo.

Kemudian, setibanya di lokasi dengan suasana yang sepi ditengah kebun, kedelapan orang tersebut langsung mendapat interogasi oleh tujuh orang tak di kenal (OTK) dan diantaranya ada yang mengenakan loreng dan berpakaian preman

Lalu ke tujuh orang yang melakukan interogasi itu menganiaya mereka sampai lebam, luka dan memar di beberapa bagian tubuh dan juga dipaksa mengakui telah mencuri buah sawit milik Sudarno yang hilang beberapa bulan lalu,\”kata warga ini.

Selain itu katanya, diantara ketujuh orang yang diduga melakukan penganiayaan tersebut, dua orang diantaranya diduga adalah anggota Polri bertugas Poldasu .

Sedangkan empat orang lagi katanya, perpakain loreng diduga anggota TNI dari Zipur helvetia Medan.\”Saat penganiayaan ada juga pelaku yang memegang mirip senjata api,\”pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Padangbolak AKP Zulfikar melalui Kanit Reskrim Iptu Mulyadi dikonfirmasi membenarkan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. \”Saat ini sedang dalam proses penyelidikan kita dan laporan itu akan kita proses dengan sigap sesuai peraturan dan perundang undangan,\”kata Kanit Reskrim Padangbolak. ( IM )

Print Friendly, Pdf & Email