291 KK di 3 Kampung Jadi Target Dinkes Pegubin Sukseskan SSGI

Reporter: Abdul Mutakim Kategori: Papua, Pemerintahan, Surat Pembaca
  • Bagikan
291 KK di 3 Kampung Jadi Target Dinkes Pegubin Sukseskan SSGI
Team Pelaksana SSGI, Pihak Distrik dan Keluarahan beserta Warga usai kegiatan di Kampung Wok Bakon Distrik Pepera Kabupaten Pengunungan Bintang, pada hari Sabtu (17/07) | Dok/ Foto/ Penulis: Abdul Mutakim

Liputan4.com, JAYAPURA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) menargetkan 291 Kepala Keluarga (KK) di 3 Kampung sebagai lokus mensukseskan Sistem Status Gizi Indonesia (SSGI) dalam program sistem jaminan gizi dan tumbuh kembang anak

Berdasarkan hasil survei badan litbang pusat maka merekomendasikan lokus kegiatan SSG tersebut di Kabupaten Pegunungan Bintang yakni di 3 kampung.

“Kampung Wok Bakon Distrik Pepera dengan jumlah sasaran 79 KK, Kampung  Yapimakot Distrik Serambakon dengan Jumlah sasaran 125 KK, Kampung Oktumi Distrik Oksop dengan Jumlah sasaran 60 KK,” ungkap Iriyanto Pawika selaku Ketua Team (18/07) saat dihubungi melalui via Whatsaap

291 KK di 3 Kampung Jadi Target Dinkes Pegubin Sukseskan SSGI

Kegiatan perdana dilakukan di Kampung Wokbakon Distrik Pepera pasa hari Sabtu (17/07) yang dihadiri oleh Kelala Felix Uropmabin (Kepala Distrik Pepera), Kepala Kampung Wok Bakon,  Modesta Nalsa selaku Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (Kasie KIA), Kasmira Yaorka selaku Kasie Gizi dan Lasarus Ningdana selaku Kepala Puskesmas Pepera.

Iriyanto menjelaskan bahwa dalam mengembangkan sistem jaminan gizi dan tumbuh kembang anak melalui 3 langkah

“Mempercepat pemberian jaminan asupan gizi sejak dalam kandungan, memperbaiki pola asuh keluarga dan memperbaiki fasilitas air bersih dan sanitasi lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya

Ia juga mengatakan bahwa tujuan dari program tersebut yakni untuk mengetahui gambaran status gizi balita (Stunting,Wasting,Severe Acute Malnutrition, Underweight, Overweight) dan Determinannya di tingkat Propinsi

“Tujuan khususnya yaitu mengukur Prevalensi Stunting, Wasting, Severe Acute Malnutrition, Underweight, Overweight dan ,emperoleh Informasi determinan status gizi balita ( Konsumsi balita, penyakit infeksi, sosek,Lingkungan, Akses pelayanan, Jaminan Kesehatan, Persalinan di Fasyankes),” ungkapnya

Adapun penyebab gagal tumbuh (Syst Review WHO), Iriyanto menjelaskan yakni diantaranya faktor ibu hamil, intake zat gizi ( ibu dan baduta ) seperti kualitas pangan, praktik pemberian makan, ASI, infeksi/penyakit dan faktor lingkungan dan pola asuh

“Faktor penyebab gagal tumbuh tersebut diantaranya karena faktor ekonomi, akses kesehatan, pendidikan, infrastruktur, budaya, sistem pangan dan  lingkungan,” ujar Iriyanto

Irianto juga mengatakan bahwa kegiatan SSGI di 3 kampung tersebut dilaksanakan pada tanggal 18-26 Juli 2021

“Diawali dengan kegiatan TC Erumenator oada tanggal 13-17 Juli kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data di Kampung Wok Bakon tanggal 18-20, Kampung Yapimakot tanggal 21-23 dan Kampung Oktumi tanggal 24-26 Juli kemudian diakhiri dengan evaluasi data di tanggal 27 Juli 2021,” pungkasnya. (Akim)

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan