Papua  

25 Honorer Nakes Kwamki Narama yang Diberhentikan Datangi Rujab Wabup Mimika

25 Honorer Nakes Kwamki Narama Yang Diberhentikan Datangi Rujab Wabup Mimika
25 Honorer Tenaga Kesehatan saat Menyampaikan keluhannya ke Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, Rabu, (13/4/2022)

TIMIKA| Honorer tenaga Kesehatan datangi Rumah jabatan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob untuk mengaduhkan nasib mereka. Para Nakes menyampaikan keluhannya terkait pemberhentian mereka yang dianggap sepihak.

Pertemuan para Nakes yang diberhentikan dilakukan guna meminta wakil Bupati Mimika untuk mendengarkan keluh kesah.

25 Nakes dari puskesmas Kwamki Narama mengaku diberhentikan sepihak dan tidak mempertimbangkan masa kerja, padahal menurut salah seorang Nakes saat menyampaikan ke Wabup JR bahwa, mereka telah mengabdikan diri kurang lebih tujuh sampai sepuluh tahun.

” Rata-rata sudah diatas 5 sampai 10 tahun bekerja, yang terkena pemberhentian bahkan ada yang dari tahun 2010 sudah mengabdi,” beber salah seorang Nakes kepada Wabup sembari meneteskan air mata.

Dari pengakuan mereka, semua tenaga Kesehatan datang menemui wakil Bupati Mimika Johannes Rettob S.Sos MM untuk mengharapkan solusi terbaik dari orang nomor dua di kabupaten Mimika.

Selain itu, para Nakes juga mengadukan nasibnya ke Wabup disebabkan hampir rata – rata mereka sudah berkeluarga yang memiliki beban baik di Pekerjaan hingga rumah tangga.

“Kami sudah berkeluarga dan meminta agar dapat dipekerjakan kembali, kasihani kami yang mempunyai anak – anak dimana kami membutuhkan biaya sekolah, jika kami tidak bekerja lantas bagaimana nasib kami, ” ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob berjanji akan menjembatani persoalan ini sehingga para nakes diharapkan bersabar.

“ Saya harap kalian bersabar, kita akan mencari solusi bersama dinas terkait, Saya mengerti apa yang saat ini kalian alami namun saya berharap kalian bersabar, terlebih kita berdoa kepada Tuhan agar campur tangan Tuhan kiranya mendengar keluh kalian, ” pesan Wabup JR kepada Para Nakes.

Terpisah, Kepala Puskesmas Kwamki Narama Dr. Armin saat dihubungi via telepon seluler mengakui bahwa ada pemberhentian 21 Nakes Namun Ia sendiri pun suddah berupaya memperjuangkan para Nakes yang diberhentikan.

“ Saya sudah usulkan nama- nama termasuk 25 nama ini, namunbhal ini bukan kewenangan saya untuk menentukan siapa- siapa yang tetap dipekerjakan. Semua ini ada ditangan Sekda Mimika, beliau yang punya kewenangan,” ujar Dr. Armin.